Jakarta

Pemkab Tangerang Atasi Masalah Anak Putus Sekolah Melalui Gerakan Lanjut Sekolah, Sasar 2.460 Orang Setiap Tahun

Sastra Yudha | 12 Desember 2025, 14:41 WIB
Pemkab Tangerang Atasi Masalah Anak Putus Sekolah Melalui Gerakan Lanjut Sekolah, Sasar 2.460 Orang Setiap Tahun

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengatasi masalah anak putus sekolah melalui Gerakan Lanjut Sekolah berbasis pendidikan non-formal.

Program ini tidak hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga warga yang telah lama meninggalkan bangku pendidikan. Bahkan, mereka yang berusia di atas 25 tahun.

Program ini memfasilitasi 10 orang per desa setiap tahunnya. Dengan jumlah 246 desa atau kelurahan di Kabupaten Tangerang, maka program ini mampu menyasar sedikitnya 2.460 orang setiap tahunnya.

Baca Juga: Mobil MBG Tabrak Puluhan Siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing, Anggota DPRD DKI Ini Dorong Pemprov Beri Pendampingan Trauma Healing

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang tidak bisa dinegosiasikan.

“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah,” tegas Bupati Maesyal saat membuka Seminar Pendidikan ke-6 yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang di Lemo Hotel Serpong, pada Selasa (11/12/2025).

Ditegaskan Bupati Maesyal, tidak ada alasan apa pun, baik ekonomi, jarak, maupun keterbatasan fasilitas, yang dapat membenarkan seorang anak berhenti sekolah.

“Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena tidak mendapat kesempatan untuk belajar. Setiap anak adalah amanah. Setiap anak adalah masa depan kita,” ungkapnya.

Bupati Maesyal juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya soal ruang kelas, tetapi tentang membangun generasi yang kuat, berkarakter, dan mampu bersaing.

“Pendidikan bukan hanya tempat belajar, tetapi membuka peluang dan memastikan anak tumbuh menjadi generasi berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Sociedad vs Girona di La Liga, 13 Desember 2025: Kans Tuan Rumah Pertahankan Dominasi

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Mas Iman Kusnandar, menjelaskan bahwa program Gerakan Lanjut Sekolah diselenggarakan dengan model kolaboratif antara pemerintah desa dan PKBM.

Terkait pendanaan, bisa dilakukan dengan memanfaatkan alokasi dana desa, maupun dukungan provinsi, serta bantuan pemerintah pusat.

Sasaran program tersebut bukan hanya mereka yang masih berusia sekolah, tetapi warga dewasa yang belum sempat menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

“Sasarannya adalah masyarakat usia lepas sekolah, mereka yang sudah di atas 25 tahun. Sedangkan yang usia sekolah ditangani oleh bidang pendidikan secara formal,” jelasnya.

Dikatakan Mas Iman, pendekatan ini sangat strategis karena mampu menutup kesenjangan pendidikan pada dua kelompok sekaligus, yakni anak-anak yang berisiko putus sekolah dan warga dewasa yang memerlukan peningkatan kompetensi untuk pekerjaan.

Selain program non-formal, Pemkab Tangerang juga memperkuat pembiayaan pendidikan formal. Salah satunya melalui pembebasan biaya atau gratis pendidikan dasar untuk sekolah swasta.

"Langkah ini memastikan tidak ada keluarga berpenghasilan rendah yang terbebani biaya pendidikan anaknya," tuturnya.

Baca Juga: Jelang Libur Nataru 2025, 600 Petugas LRT Jabodebek Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Pelatihan Kompetensi

Selain itu, Pemkab Tangerang juga memperluas skema penerima Beasiswa Tangerang Gemilang. Melalui program beasiswa ini, siswa kurang mampu dan berprestasi bisa kuliah di berbagai kampus dalam dan luar negeri.

Diungkapkan Mas Iman, tahun ini jumlah penerima Beasiswa Tangerang Gemilang mencapai lebih dari 200 mahasiswa.

“Walaupun tahun depan ada pengurangan anggaran, Pak Bupati tetap berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan beasiswa dan pembiayaan pendidikan swasta gratis,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.