Jakarta

Bupati Tangerang Minta Camat hingga Ketua RT/RW Himpun Validitas Data Balita Kurang Gizi, Upaya Pencegahan Stunting

Sastra Yudha | 17 Desember 2025, 11:20 WIB
Bupati Tangerang Minta Camat hingga Ketua RT/RW Himpun Validitas Data Balita Kurang Gizi, Upaya Pencegahan Stunting

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, meminta kepada seluruh camat, Kepala Desa, Lurah, Puskesmas, hingga Ketua RT/RW untuk mendata seluruh balita yang mengalami masalah gizi di wilayahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara Diseminasi Hasil Surveilans Gizi yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, pada Selasa (16/1/2025)

"Batas waktu mengumpulkan data balita, harus sudah siap di Puskesmas paling lambat 2 Januari, dimulai dari besok," tegas Bupati Maesyal.

Baca Juga: Singkirkan Rizky Ridho hingga Lamine Yamal, Pemain Klub Argentina Ini Raih FIFA Puskas Award 2025 Berkat Gol Salto yang Luar Biasa

Menurut Bupati Maesyal, validitas data balita sangat penting untuk menentukan langkah-langkah intervensi yang harus diambil selanjutnya.

Langkah-langkah intervensi tersebut akan dipadukan dengan program penanganan stunting yang ada di setiap perangkat daerah terkait.

"Tujuannya adalah mendapatkan data balita yang gizi kurang, kemudian dipilah, mana bayi yang akan mendapatkan pelayanan rutin dan mana bayi yang akan ditangani secara khusus dalam upaya pencegahan stunting," ungkapnya.

Ditegaskan Bupati Maesyal, penanganan stunting tidak hanya melibatkan perangkat daerah. Tetapi juga harus melibatkan pihak lainnya seperti PKK, Dharma Wanita dan komunitas masyarakat.

"Penanganan stunting ini tidak hanya sekitar 12 OPD seperti sebelumnya. PKK, Dharma Wanita, swasta dan elemen masyarakat lainnya, harus terus ditingkatkan peran sertanya dalam menangani masalah stunting," serunya.

Baca Juga: K Mall Menara Jakarta Hadirkan Christmas Carnival, Ada Pekan Raya Jajanan Asia hingga Jazz Acoustic dan DJ Beats, Simak Rangkaian Acaranya

Bupati Maesyal mengucapkan terima kasih kepada OPD, Puskesmas, Camat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam rangka percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Tangerang.

"Terima kasih atas usaha yang telah dilakukan kepada Dinas Kesehatan, OPD terkait, para camat, kepala Puskesmas sehingga terjadi penurunan stunting sebesar 2,4 persen," ucapnya.

Bupati Maesyal menghimbau kepada para Camat hingga Lurah untuk bersiap siaga melayani masyarakat menjelang dan pasca Natal dan tahun baru.

"Saya minta kepada para camat, Lurah, dan pimpinan Puskesmas untuk tetap berada di wilayah masing-masing menjelang Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Hendra Tarmizi, mengatakan bahwa upaya penanganan dan penanggulangan Stunting di Kabupaten Tangerang dilakukan secara terpadu dan kolaboratif.

"Secara umum upaya penurunan Stunting di Kabupaten Tangerang dilakukan secara terpadu dan kolaboratif," ungkapnya.

Baca Juga: Ancaman Bibit Siklon Tropis! BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia

Ia menyebut, pemeriksaan rutin dilakukan oleh Puskesmas. Intervensi berdasarkan risiko balita penderita stunting diurus dan diobati oleh Dinas Kesehatan.

"Sedangkan intervensi spesifik dengan pemberian makanan tambahan ditangani oleh Dinkes melalui PKK dan Kader Kesehatan Ibu dan Anak," ungkapnya.

Bagi balita berisiko stunting, ditangani secara kolaboratif oleh berbagai pihak, dengan komando utama dari DPPKB (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana).

"Intervensi ini berfokus pada intervensi sensitif, misalnya jamban, masalah pekerjaan, kemiskinan, dan lain-lain," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.