Jakarta

Tinjau Banjir di Kresek Akibat Tanggul Sungai Cidurian Jebol, Bupati Tangerang Langsung Koordinasi dengan BBWS C3 Kemen PU

Sastra Yudha | 16 Januari 2026, 08:19 WIB
 Tinjau Banjir di Kresek Akibat Tanggul Sungai Cidurian Jebol, Bupati Tangerang Langsung Koordinasi dengan BBWS C3 Kemen PU


AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, meninjau langsung banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (14/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid juga berdialog dengan warga terdampak guna menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat.

Bupati Maesyal menegaskan bahwa banjir di Desa Pasir Ampo, Kresek, akibat jebolnya tanggul Sungai Cidurian.

Bupati Maesyal Rasyid pun berjanji akan segera menindaklanjuti dengan pihak terkait agar segera ditangani secara serius.

Baca Juga: Menkes Masukkan Skrining Kusta dalam Program Cek Kesehatan Gratis di 2026

Sebab, penanganan jebolnya tanggul Sungai Cidurian sejatinya merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

"Kami akan langsung berkoordinasi dan hadir ke BBWS C3 Kemen PU untuk membahas langkah-langkah konkret penanganannya,” tegas bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen mengawal proses penanganan banjir di Kresek, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Kita akan ke Balai Besar C3 Kementerian PU di Serang dan berkoordinasi langsung, agar penanganan banjir di Kecamatan Kresek segera ditangani. Kami siap membantu penuh, apabila dimintain bantuan," tandasnya.

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal didampingi Kapolres Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Iwan Firmansyah; Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, Camat Kresek, dan perangkat desa setempat.

Baca Juga: Jangan Ketinggalan Promo Ramadhan Blibli 2026, Diskon Gede dan Cashback Melimpah

Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki karakteristik wilayah yang unik karena berada di antara dua wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai.

Keduanya adalah BBWS Ciliwung–Cisadane (C2) dan BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian (C3).“Kondisi ini menuntut koordinasi yang intensif dengan instansi vertikal katanya.

Iwan menjelaskan, pihaknya rutin menyampaikan program-program yang menjadi kewenangan bersama, termasuk hasil survei dan langkah-langkah yang telah dilakukan, agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintah hadir dan bekerja.

Pemkab Tangerang, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan BBWS C3, baik melalui program maupun dukungan anggaran sesuai kewenangan masing-masing, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

"Diharapkan penanganan banjir di Desa Pasir Ampo dan wilayah sekitarnya dapat dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Baca Juga: Plafon SDN 05 Pademangan Timur Roboh, Legislator Golkar Ramly HI Soroti Lemahnya Pengawasan

Sedangan Kepala Balai BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan penanganan darurat dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia, termasuk optimalisasi sisa anggaran serta kegiatan pemeliharaan rutin dan berkala.

“Kami akan melakukan penanganan jangka pendek seperti pengerukan, normalisasi, dan perbaikan tanggul yang mengalam kerusakan," ujarnya.

"Untuk penanganan permanen Sungai Cidurian, kami juga tengah mengupayakan mekanisme penganggaran dan pelelangan agar dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, BBWS C3 telah mengusulkan penanganan menyeluruh Daerah Irigasi Cidurian melalui program jangka panjang, disertai langkah-langkah sementara guna mengurangi dampak banjir yang dirasakan masyarakat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.