Jakarta

Plafon SDN 05 Pademangan Timur Roboh, Legislator Golkar Ramly HI Soroti Lemahnya Pengawasan

Yasmina Nuha | 16 Januari 2026, 06:08 WIB
Plafon SDN 05 Pademangan Timur Roboh, Legislator Golkar Ramly HI Soroti Lemahnya Pengawasan

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menyoroti insiden robohnya plafon di SDN 05 Pademangan Timur, Jakarta Utara.

Ia menilai kejadian tersebut mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan, baik dari sisi eksekutif maupun legislatif.

"Ini menunjukkan bahwa fungsi pengawasan belum berjalan optimal. Anggota DPRD seharusnya mampu menjalankan tiga fungsi utama, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan," ujar Ramly kepada Akurat Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Kerugian Banjir Jabodetabek Capai Triliunan Rupiah, Legislator Golkar Dimaz: Masalahnya Kompleks dan Menahun

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk segera menangani kerusakan plafon sekolah tersebut.

Proses perbaikan plafon yang ambruk akibat tidak mampu menampung rembesan air hujan di lantai empat SDN Pademangan Timur 05 kini telah mencapai 95 persen.

Namun, Ramly menegaskan bahwa perbaikan fisik saja tidak cukup. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya di sekolah-sekolah negeri yang bangunannya sudah berusia tua.

Baca Juga: Legislator Golkar Dadiyono Tolak Kawasan Khusus Manggarai, Nilai Berpotensi Munculkan Stigma Negatif

"Ke depan, Pemprov harus lebih selektif dalam proses lelang rehabilitasi sekolah. Kualitas penyedia jasa harus benar-benar diperhatikan, ini tidak bisa main-main. Pengawasannya harus 200 persen," tegasnya.

Ia juga mendorong agar Pemprov DKI meningkatkan program rehabilitasi sekolah pada tahun ini, dengan mengedepankan aspek keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Menurut Anggota Komisi E itu, anggaran pendidikan yang besar harus diiringi dengan kualitas pembangunan yang baik dan akuntabel.

"Sekolah adalah fasilitas vital. Jangan sampai anak-anak belajar dalam kondisi yang membahayakan. Rehabilitasi harus dilakukan secara menyeluruh, terencana, dan diawasi dengan ketat," tandasnya.

Sebagai informasi, proses perbaikan plafon yang ambruk akibat tidak mampu menampung rembesan air hujan di lantai empat SDN Pademangan Timur 05 telah mencapai 95 persen.

Peristiwa ambruknya plafon terjadi saat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta Utara pada Senin (12/1) lalu.

"Insiden tersebut terjadi di ruang kelas VI yang berada di lantai empat gedung sekolah. Plafon berbahan gipsum tidak mampu menahan rembesan air hujan yang meluap dari talang atap akibat intensitas hujan yang sangat tinggi," jelas Kepala SDN Pademangan Timur 05, Eka Bahari saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/1). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y