Kemlu Fasilitasi Pemulangan 91 WNI Korban Sindikat Penipuan di Myanmar

AKURAT JAKARTA — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kembali memfasilitasi pemulangan 91 Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah Myawaddy, Myanmar, pada Jumat (30/1/2026).
Proses repatriasi ini merupakan gelombang keempat dari upaya penyelamatan WNI yang diduga terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam) lintas negara.
Para WNI tersebut diterbangkan menuju Tanah Air secara bertahap menggunakan penerbangan komersial pada pukul 05.30 WIB.
Baca Juga: Simak! Sejumlah Rute Transjakarta dan Mikrotrans Dialihkan Akibat Banjir di Jakarta Hari Ini
Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil koordinasi intensif antara perwakilan RI di wilayah konflik tersebut.
“Pemulangan ini merupakan proses yang panjang dan intensif. Hal ini merupakan buah dari upaya bersama yang dilakukan secara sinergis oleh KBRI Yangon dan KBRI Bangkok,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Langkah evakuasi ini menyusul gelombang ketiga yang sebelumnya telah dilaksanakan pada pertengahan Januari lalu.
Menurut Yvonne, para WNI tersebut terjaring dalam operasi penertiban sindikat daring yang digencarkan oleh otoritas militer Myanmar pada periode Oktober hingga November 2025.
Tercatat, lebih dari 400 WNI teridentifikasi bekerja di sektor penipuan daring di wilayah tersebut.
Baca Juga: Pasar Logam Mulia Terguncang, Harga Emas Antam Merosot Rp308.000 Hanya dalam Dua Hari
Penegakan Hukum Lintas Instansi
Kemlu RI terus menjalin koordinasi dengan berbagai instansi nasional, termasuk Bareskrim Polri, PPATK, Imigrasi, BP2MI, dan Kementerian Sosial, guna memastikan adanya penegakan hukum terhadap para perekrut.
Beberapa WNI yang dipulangkan menyatakan kesediaan mereka untuk bekerja sama melaporkan oknum-oknum yang terlibat dalam sindikat tersebut.
Kemlu mengimbau dengan sangat agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri senantiasa mengikuti prosedur resmi dan mematuhi hukum yang berlaku di negara tujuan.
"Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mengupayakan perlindungan dan pemulangan bagi WNI yang masih terjebak di wilayah konflik, sembari memperkuat pencegahan agar kasus serupa tidak terulang kembali," pungkas Yvonne.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




