Gandeng RMIT Australia, UI Buka Akses Riset Internasional Mahasiswa Doktoral

AKURAT JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) resmi memperluas jejaring kolaborasi internasional bagi mahasiswa program doktoral (S-3) melalui kerja sama penelitian skema cotutelle dengan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University, Melbourne, Australia.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UI Prof Ir Mahmud Sudibandriyo dan Wakil Rektor Bidang Riset, Pelatihan, dan Pengembangan RMIT Prof Simon Pervan, serta disaksikan langsung oleh Rektor UI Prof Dr Ir Heri Hermansyah.
Melalui skema cotutelle ini, mahasiswa doktoral UI akan menjalankan penelitian di bawah bimbingan ganda dari promotor UI dan akademisi RMIT.
Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Korban Sedikitnya 14.000 Orang Tewas
Mahasiswa juga mendapatkan akses penuh terhadap fasilitas riset, keahlian, hingga jejaring akademik di kedua institusi.
"Kerja sama cotutelle dengan RMIT University memperkuat upaya UI dalam memperluas kolaborasi riset internasional. Skema ini memberi mahasiswa doktoral kesempatan memperoleh pengalaman penelitian yang lebih luas dan menghasilkan riset yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan," ujar Rektor UI Prof Heri Hermansyah di Depok, Senin (13/7/2026).
Kemitraan akademik ini sekaligus memperkuat rekam jejak riset yang telah terjalin erat antara UI dan RMIT.
Berdasarkan data publikasi, para peneliti dari kedua universitas sukses menghasilkan 8 artikel ilmiah berdampak tinggi (high impact) pada tahun 2025, dan 13 artikel serupa pada tahun 2024.
UI memilih RMIT sebagai mitra strategis karena reputasinya yang diakui global. Berdasarkan QS World University Rankings 2027, RMIT menempati peringkat ke-119 dunia.
Universitas ini juga menduduki peringkat pertama di Australia untuk bidang Architecture/Built Environment, Art & Design, serta Library & Information Management versi QS World University Rankings by Subject 2026.
Vice Chancellor (Rektor) RMIT University Prof Alec Cameron menyambut positif kolaborasi ini. Dirinya mendorong perluasan program kerja sama ke depan, termasuk pengembangan program gelar bersama (joint degree dan double degree) untuk jenjang sarjana (S-1) dan magister (S-2), serta peningkatan program pertukaran mahasiswa dan dosen.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, UI dijadwalkan mengundang dua profesor dari RMIT untuk mengajar di kampus UI selama sepekan. Langkah ini ditujukan untuk merintis riset bersama yang melibatkan langsung para mahasiswa pascasarjana.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







