Jakarta

Bupati Tangerang Dampingi Jamintel dan Kepala PPATK Tinjau Pelaksanaan Program MBG Berbasis CSR di SKhN Balaraja

M Rahman Akurat | 17 Juli 2026, 08:13 WIB
Bupati Tangerang Dampingi Jamintel dan Kepala PPATK Tinjau Pelaksanaan Program MBG Berbasis CSR di SKhN Balaraja
Bupati Tangerang bersama Jamintel dan Kepala PPATK di SKhN Balaraja.

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendampingi Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Reda Manthovani dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dr. Ivan Yustiavandana meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan yang didukung dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa ini berlangsung di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 1 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Balaraja, pada Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Kepala PPATK, Jamintel Kejaksaan Agung, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, serta seluruh pihak terlibat.

Baca Juga: Wakil Bupati Tangerang Resmikan Perpustakaan Modern di Kelapa Dua, Ruang Literasi Warga Bakal Dibangun di 6 Kecamatan

Menurutnya, aksi ini merupakan wujud kepedulian nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.

"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian yang luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. Sekolah ini berdiri di atas lahan hibah Pemkab Tangerang kepada Pemprov Banten agar dapat dibangun menjadi sekolah khusus. Alhamdulillah saat ini telah menampung sekitar 290 siswa," ujarnya.

Pentingnya Makan Bergizi Gratis untuk Tumbuh Kembang Anak

Bupati Maesyal Rasyid melanjutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan.

Pemenuhan gizi yang baik dinilai krusial bagi tumbuh kembang para siswa agar mampu belajar secara mandiri serta menggapai masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Pendaftar Lama PPG 2026 Dibuat Bingung, Data Tak Bisa Diedit Picu Kekhawatiran Gagal Seleksi

Ia juga menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama sebagai generasi penerus bangsa. Mereka wajib memperoleh pelayanan, pendidikan, serta kesempatan yang setara di tengah masyarakat.

"Mereka mungkin berbeda secara fisik ataupun cara belajar, tetapi mereka adalah bagian dari kehidupan kita, ciptaan Tuhan yang memiliki hak yang sama. Tugas kita adalah saling menyayangi, menghormati, dan memberikan kesempatan terbaik bagi mereka untuk meraih masa depan," tegasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.