Jakarta

Salam Lintas Agama di Majelis Umum PBB Mendapat Apresiasi Dunia

Yusuf Doank | 28 September 2026, 12:27 WIB
Salam Lintas Agama di Majelis Umum PBB Mendapat Apresiasi Dunia
Menlu Sugiono

AKURAT JAKARTA – Salam lintas agama yang menjadi simbol keberagaman dan persatuan Indonesia kembali bergaung di panggung dunia.

Menlu RI Sugiono menyampaikan salam lintas agama saat membuka sekaligus menutup pidato pernyataan nasional Indonesia dalam Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu, semoga damai menyertai kita semua,” kata Sugiono di hadapan para delegasi negara anggota PBB, Minggu (27/9/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Swedia vs Polandia di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Tren Positif?

Penyampaian salam khas Nusantara tersebut disambut riuh tepuk tangan dari para delegasi yang hadir di Markas Besar PBB.

Dalam pidato berdurasi sekitar 17 menit tersebut, Menlu Sugiono menekankan pentingnya ketahanan nasional sebagai fondasi utama dalam menciptakan ketahanan kawasan hingga tingkat global.

Dia menegaskan, Indonesia berhasil menjaga keutuhan bangsa di tengah pluralisme berkat semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Keberagaman suku dan agama dipandang bukan sebagai tantangan untuk ditaklukkan, melainkan potensi yang dikelola secara demokratis dan penuh rasa hormat.

“Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa,” tegas Sugiono.

Penggunaan salam lintas agama ini melanjutkan tradisi diplomasi inklusif Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB.

Pada tahun sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga menyampaikan salam serupa untuk menegaskan pesan persaudaraan global dan perdamaian antarumat beragama di seluruh dunia.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y