Jakarta

Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan

Laode Akbar | 1 Oktober 2026, 12:48 WIB
Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
Penulis Cilik Nyala Ainun Q

AKURAT JAKARTA – Di usianya yang baru menginjak 8 tahun, Nyala Ainun Q, bocah asal Tangerang Selatan (Tangsel) Banten, telah menorehkan prestasi gemilang di dunia literasi nasional.

Perjalanan menulisnya yang dimulai sejak usia 6 tahun kini telah menghasilkan sembilan karya buku serta meraih berbagai penghargaan bergengsi.

Kecintaan Nyala terhadap dunia tulis-menulis berawal dari hobinya membaca buku. Rasa penasaran mengenai proses pembuatan buku mendorongnya untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menciptakan karyanya sendiri, lengkap dengan ilustrasi yang ia gambar secara mandiri.

Baca Juga: Krisis Literasi Siswa AS Makin Mengkhawatirkan, Psikologi Anak Ikut Jadi Taruhan

"Aku suka banget baca, terus penasaran gimana caranya bikin buku," kata Nyala di Tangerang Selatan, Kamis (1/10/2026).

Ide penulisan buku-buku Nyala kerap terinspirasi dari lingkungan di sekitar rumahnya. Sebagai contoh, buku perdananya yang berjudul Rosa Rossi dan Biji Karet terinspirasi dari banyaknya capung dan pepohonan di halaman rumahnya.

Sejak menerbitkan buku pertamanya pada tahun 2024, produktivitas Nyala terus meningkat. Pada tahun 2024, ia menerbitkan dua karya, yakni Rosa Rosi dan Biji Karet serta Merawat Kucing Peliharaan. Langkah ini berlanjut pada 2025 dengan merilis Hei! Jangan Sentuh Tubuhku, Festival Warna Warni, dan Festival Rampak Genteng.

Memasuki tahun 2026, Nyala menambah deretan karyanya lewat buku Cila Kesepian, Rosa Rosi Tersesat di Hutan, Misteri Capung Badak (Seri Rosa Rosi), serta keterlibatannya dalam buku antologi Teka-Teki Rahasia Alam.

Raih Penghargaan dan Konsisten di Karya Raya

Karya-karya Nyala mendapat apresiasi luas dari lembaga literasi nasional. Buku pertamanya, Rosa Rosi dan Biji Karet, terpilih masuk dalam 100 Buku Pilihan Perpustakaan Jakarta tahun 2024 dan kini menjadi koleksi tetap di Perpustakaan Jakarta serta perpustakaan sekolahnya.

Murid kelas 3 Sekolah Murid Merdeka (SMM) Bintaro ini juga pernah menyabet Juara III Lomba Menulis Cerpen Festival Kesetaraan Kota Tangsel 2024 bertema "Menjaga Bumi".

Prestasi berlanjut pada 2025 saat bukunya yang berjudul Festival Rampak Genteng terpilih masuk dalam 100 Karya Pilihan Karya Raya 2025. Selanjutnya pada ajang Karya Raya 2026, dua bukunya sekaligus, yakni Cila Kesepian dan Misteri Capung Badak, sukses menembus 300 Karya Pilihan.

Ajang Karya Raya sendiri merupakan pameran buku karya anak terbesar di Indonesia bagi penulis berusia 5 hingga 14 tahun. Pada penyelenggaraan tahun 2026 yang berlangsung pada 11 September hingga 3 Oktober di Perpustakaan Jakarta dan Teater Besar Taman Ismail Marzuki, ajang ini diikuti oleh 2.053 partisipan anak dari seluruh Indonesia.

Meski belum berhasil menyabet penghargaan utama di kategori tertentu tahun ini, Nyala menegaskan komitmennya untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam pameran tahunan tersebut.

"Harapanku, cita-citaku tergapai untuk menjadi penulis buku, dibaca banyak orang, dan juga dibeli banyak orang," ungkap Nyala optimis.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y