El Nino di Jakarta Berlanjut hingga Oktober 2026, Gubernur Pramono Minta BPBD Fokus Preventif Kebakaran

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa fenomena El Nino di Jakarta masih berlangsung hingga Oktober 2026.
Memanjangnya musim kemarau ekstrem ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terutama di tengah maraknya insiden kebakaran Jakarta yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.
Pramono menjelaskan bahwa prediksi awal memperkirakan fenomena cuaca ini hanya akan bertahan hingga akhir September.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan dampak El Nino masih terasa kuat memasuki bulan Oktober.
"Harus diakui dengan jujur bahwa El Nino yang berlangsung begitu lama, yang dulu diperkirakan sampai dengan akhir September, sekarang sudah Oktober," ujar Pramono saat meninjau pembangunan jalan tembus Pulo Gadung-Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026).
BPBD DKI Diminta Komunikatif dan Transparan
Merespons situasi ini, Pramono menegaskan bahwa langkah mitigasi dan pencegahan awal merupakan kunci utama dalam mengantisipasi bencana kebakaran maupun dampak kekeringan lainnya di Ibu Kota.
Ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk lebih aktif dan terbuka kepada publik.
"Jadi upaya preventif tetap menjadi yang utama. Maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah kami persiapkan untuk secara transparan, terbuka, komunikatif dengan masyarakat. Preventifnya dilakukan," tegasnya.
Pramono juga menambahkan pentingnya penanganan sejak dini. Pasalnya, kobaran api yang sudah telanjur membesar di kawasan padat penduduk akan jauh lebih sulit untuk dikendalikan dan dipadamkan oleh petugas di lapangan.
Ia mengaku terus memantau intensitas kebakaran di wilayahnya, termasuk insiden kebakaran yang dilaporkan terjadi pada Kamis malam (8/10/2026).
"Tadi malam kan ada kebakaran, saya juga mengikuti terus apa yang terjadi di Jakarta dalam hal yang berkaitan dengan kebakaran. Tindakan preventif menjadi hal yang utama. Sebab kalau sudah seperti semalam apinya membesar, tentunya pemadamannya menjadi lebih sulit," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 6Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 7RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 8Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, Direktur IPO Sebut DPR Punya Celah Makzulkan Wapres
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


