Jakarta

El Nino di Jakarta Berlanjut hingga Oktober 2026, Gubernur Pramono Minta BPBD Fokus Preventif Kebakaran

M Rahman Akurat | 9 Oktober 2026, 10:49 WIB
El Nino di Jakarta Berlanjut hingga Oktober 2026, Gubernur Pramono Minta BPBD Fokus Preventif Kebakaran
Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung - Rano Karno

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa fenomena El Nino di Jakarta masih berlangsung hingga Oktober 2026.

Memanjangnya musim kemarau ekstrem ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terutama di tengah maraknya insiden kebakaran Jakarta yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

Pramono menjelaskan bahwa prediksi awal memperkirakan fenomena cuaca ini hanya akan bertahan hingga akhir September.

Baca Juga: Tangerang Bersyukur: Rangkaian HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Dari Santunan 1.000 Anak Yatim hingga Donor Darah

Namun, realitas di lapangan menunjukkan dampak El Nino masih terasa kuat memasuki bulan Oktober.

"Harus diakui dengan jujur bahwa El Nino yang berlangsung begitu lama, yang dulu diperkirakan sampai dengan akhir September, sekarang sudah Oktober," ujar Pramono saat meninjau pembangunan jalan tembus Pulo Gadung-Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026).

BPBD DKI Diminta Komunikatif dan Transparan

Merespons situasi ini, Pramono menegaskan bahwa langkah mitigasi dan pencegahan awal merupakan kunci utama dalam mengantisipasi bencana kebakaran maupun dampak kekeringan lainnya di Ibu Kota.

Ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk lebih aktif dan terbuka kepada publik.

"Jadi upaya preventif tetap menjadi yang utama. Maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah kami persiapkan untuk secara transparan, terbuka, komunikatif dengan masyarakat. Preventifnya dilakukan," tegasnya.

Pramono juga menambahkan pentingnya penanganan sejak dini. Pasalnya, kobaran api yang sudah telanjur membesar di kawasan padat penduduk akan jauh lebih sulit untuk dikendalikan dan dipadamkan oleh petugas di lapangan.

Baca Juga: Jetour T2 i-DM Resmi di Indonesia, Harga Rp688 Juta dengan Visual Eksterior Maskulin dan Panoramic Sunroof Ekstra Besar

Ia mengaku terus memantau intensitas kebakaran di wilayahnya, termasuk insiden kebakaran yang dilaporkan terjadi pada Kamis malam (8/10/2026).

"Tadi malam kan ada kebakaran, saya juga mengikuti terus apa yang terjadi di Jakarta dalam hal yang berkaitan dengan kebakaran. Tindakan preventif menjadi hal yang utama. Sebab kalau sudah seperti semalam apinya membesar, tentunya pemadamannya menjadi lebih sulit," tuturnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.