Jakarta

Dennis Adhiswara Ikut Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Soroti Karhutla dan Kabut Asap

Laode Akbar | 20 Oktober 2026, 19:43 WIB
Dennis Adhiswara Ikut Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Soroti Karhutla dan Kabut Asap
Aktor sekaligus publik figur Dennis Adhiswara menghadiri aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Aktor sekaligus publik figur Dennis Adhiswara menghadiri aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dennis mengaku hadir karena merasa resah terhadap sejumlah persoalan di Indonesia, terutama terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Prediksi Skor Stuttgart vs Atletico Madrid di UCL, 21 Oktober 2026: Akankah Runtunan Kemenangan Los Colchoneros Terus Berlanjut?

"Saya di sini sebagai WNI yang sama-sama resah, kok, teman-teman. Saya pengin mendukung teman-teman ini untuk menyuarakan, terlebih masalah hutan," ujar Dennis saat ditemui di lokasi aksi.

Pemeran film Ada Apa dengan Cinta? itu menilai persoalan karhutla menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang dinilainya mampu menyampaikan aspirasi secara tertib dan mengartikulasikan berbagai persoalan dengan baik.

Menurut Dennis, keresahan yang dirasakannya sejalan dengan aspirasi yang disuarakan mahasiswa. Namun, ia mengakui mahasiswa memiliki kemampuan lebih baik dalam menjelaskan persoalan secara terstruktur.

"Pasti merasakan hal yang sama. Tapi jujur, teman-teman mahasiswa di sini lebih bisa mengartikulasikan masalah dengan lebih baik. Mereka bisa pointing the problems dengan lebih baik juga. Makanya saya cuma pengin dukung aja di sini," katanya.

Dennis berharap momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja sekaligus menindaklanjuti masukan masyarakat.

"Ya harusnya bisa lebih baik lagi. Jujur, semoga masukan-masukan dari teman-teman di sini bisa segera diaplikasikan, enggak cuma didengar aja," ucapnya.

Ia mengungkapkan, keputusannya menghadiri aksi tersebut tidak direncanakan sejak awal.

Dennis mengaku sempat mempertimbangkan apakah akan datang atau tidak sebelum akhirnya memutuskan untuk melihat langsung aksi mahasiswa.

"Jujur, ini saya datang sendiri setelah ada pergolakan batin. Datang enggak ya, datang enggak ya, tapi datang sih," tuturnya.

Kebetulan, Dennis memiliki agenda lain di sekitar lokasi sehingga akhirnya memilih untuk hadir dan memberikan dukungan kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

Dennis Tak Gentar Suarakan Isu Karhutla

Dalam kesempatan itu, Dennis juga menanggapi isu mengenai publik figur yang disebut menghadapi pembatasan ketika menyuarakan persoalan karhutla dan kabut asap.

Ia menegaskan tidak akan berhenti menyampaikan keresahannya terkait persoalan tersebut apabila memang diperlukan.

"Kalau sampai hari ini saya menyuarakan karhutla dan saya dibatasi, ya silakan," kata Dennis.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menghadapi persoalan hukum akibat menyampaikan kritik sebagai publik figur, Dennis memilih menempatkan dirinya sebagai warga negara biasa.

"Alah, saya cuma WNI, saya cuma warga biasa saja," ujarnya.

Dennis menilai masyarakat perlu semakin berani menyampaikan aspirasi, terutama ketika berbagai persoalan membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah.

"Ya, mudah-mudahan saya enggak salah, tapi yang kali ini kayaknya harus lebih besar bersuara," katanya.

Ia mengaku kehadirannya dalam aksi tersebut juga dilandasi kemarahan terhadap persoalan yang menjadi keresahannya.

"Iya. Agak marah," ungkap Dennis.

Lebih lanjut, Dennis berharap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam aksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tidak berhenti sebagai masukan yang sekadar didengar.

Ia meminta pemerintah mengambil langkah nyata untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat.

"Semoga dengan adanya teman-teman di sini bisa didengerin sama pemerintah dengan baik dan enggak cuma didengerin aja, tapi ditindaklanjuti dengan benar," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y