Jakarta

Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026, Pemprov DKI Klaim Modifikasi Cuaca Bantu Sejukkan Udara Jakarta

Laode Akbar | 24 Oktober 2026, 16:03 WIB
Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026, Pemprov DKI Klaim Modifikasi Cuaca Bantu Sejukkan Udara Jakarta
Peserta Jakarta Running Festival 2026. (Dok. Pemprov DKI)

AKURAT JAKARTA – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan perkembangan positif pada hari pertama Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10/2026).

Konsentrasi sejumlah polutan di lima wilayah Jakarta terpantau menurun pada pagi hari, seiring kondisi udara yang dirasakan lebih sejuk.

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), konsentrasi polutan PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO₂) cenderung menurun pada pukul 04.00–07.00 WIB.

Baca Juga: Persaingan Sehat Tiap Lini Bawa Persita Makin Solid, Zaki Jamin Kedalaman Skuad

Di Jakarta Selatan, konsentrasi PM2,5 pada pukul 04.00–05.00 WIB tercatat berada pada kisaran 12–32 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut berada di bawah baku mutu 55 µg/m³ yang digunakan dalam pemantauan tersebut.

Sementara itu, kawasan pesisir Jakarta Utara mencatat konsentrasi PM2,5 pada kisaran 9–17 µg/m³ selama pukul 04.00–07.00 WIB. Tren penurunan juga terpantau di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Di Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada pagi hari tercatat berada pada kisaran 12–43 µg/m³.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan penurunan konsentrasi polutan tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi meteorologi hingga aktivitas sumber emisi lokal.

Menurut dia, OMC juga berpotensi berkontribusi terhadap perbaikan kualitas udara melalui hujan yang membantu membersihkan partikulat di atmosfer lewat proses deposisi basah atau wet deposition.

"Pemantauan SPKU menunjukkan kecenderungan penurunan konsentrasi polutan di lima wilayah Jakarta pada Sabtu pagi. Kondisi ini dapat dipengaruhi berbagai faktor meteorologi, termasuk kemungkinan kontribusi OMC," ujar Dudi dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

"Namun, diperlukan analisis lanjutan untuk memastikan besarnya pengaruh masing-masing faktor dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan OMC dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan dan membantu menciptakan kondisi yang lebih nyaman bagi masyarakat, termasuk peserta JRF 2026.

Festival lari tersebut diikuti lebih dari 37.000 peserta dari 48 negara.

"Alhamdulillah, sesuai harapan, pada hari pertama Jakarta Running Festival kondisi udara Jakarta terasa lebih nyaman. Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG agar pelaksanaan OMC dapat dilakukan secara tepat sasaran," kata Marulitua.

Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta, OMC telah dilaksanakan melalui empat sorti penerbangan pada 21–23 Oktober 2026 menggunakan pesawat PK-SNH dengan bahan semai natrium klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.

Selama periode tersebut, hujan dengan intensitas bervariasi juga tercatat di sejumlah wilayah sekitar Jakarta. Pada Jumat (23/10), hujan ringan hingga sedang terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

Selain OMC, Pemprov DKI Jakarta melakukan penyemprotan kabut air atau water mist di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan JRF 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.

Penyemprotan dilakukan untuk membantu menyejukkan lingkungan dan meningkatkan kenyamanan pelari selama mengikuti perlombaan.

BPBD DKI Jakarta bersama BMKG pun terus memantau perkembangan cuaca untuk mengevaluasi pelaksanaan OMC selanjutnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kenyamanan peserta hingga hari kedua JRF 2026 pada Minggu (25/10). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y