UPDATE GAZA! Israel Jadikan Rumah Sakit Indonesia di Palestina Sebagai Benteng Berlindung dari Serangan Hamas

AKURAT JAKARTA - Tentara Israel benar-benar biadab. Mereka menjadi Rumah Sakit (RS) Indonesia yang ada di Gaza, Palestina, sebagai benteng berlindung dari serangan Hamas.
Sepertinya, Israel tahu bahwa pejuang Hamas tak mungkin menyerang RS Indonesia.
Padahal beberapa waktu lalu, Israel menyerang RS Indonesia di Gaza karena menuduh rumah sakit yang dibangun rakyat Indonesia itu jadi persembunyian Hamas. Meskipun tuduhan itu tak pernah dapat dibuktikan.
Nah, setelah gencatan senjata selesai, seluruh tenaga kesehatan, pasien, dan warga yang mengungsi di RS Indonesia, dipaksa tentara Israel untuk dievakuasi.
Baca Juga: SERBU! Konser Gratis Tiga Hari Berturut-turut di Kota Tua, Ada RAN dan Fabio Asher Lho!
Sebagian dari warga Palestina dievakuasi ke rumah sakit di wilayah selatan dan tengah Gaza. Sebagian lain mengungsi ke tempat lain.
Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Sarbini Abdul Murad, mengungkapkan bahwa sejak saat itu RS Indonesia dikuasai tentara Israel.
Pihak MER-C sangat kesulitan untuk masuk ke RS Indonesia, walau sekadar untuk mengambil peralatan medis dari RS Indonesia.
"Sejak itu RS Indonesia kosong, meninggalkan beberapa peralatan medis berantakan. Akses untuk pergi ke rumah sakit Indonesia juga sangat sulit sekali," ucap Sarbini, Rabu (20/12/2023).
Dikatakan Sarbini, tentara Israel telah menduduki RS Indonesia selama dua minggu terakhir. Tentara zionis menjadikan RS Indonesia sebagai 'perisai' atau benteng dari serangan Hamas.
"Yang terjadi sekarang, sejak sekitar dua minggu lalu sampai dengan hari ini, Israel menempatkan pasukannya di Rumah Sakit Indonesia, yang dulu mereka menuduh di situ ada markas Hamas dan ada orang Hamas di situ," katanya.
"Sekarang mereka melakukan penempatan pasukan di situ sebagai 'perisai' dari serangan Hamas," tambahnya.
Sarbini menilai, hal itu dilakukan pasukan Israel lantaran mereka yakin Hamas tidak akan menyerang dengan senjata ke RS Indonesia.
MER-C sangat mengecam tindakan tentara Israel tersebut. Sebagaimana aturan yang berlaku, rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang netral ketika terjadi pertempuran.
"Kita juga meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa mengirimkan tim mereka untuk bisa melakukan investigasi sehingga ini tak menjadi hal-hal yang buruk," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






