Mengenal Hipotermia yang Menyerang Dua Gadis Pendaki Gunung Lawu, Ternyata Bisa Sebabkan Kematian

AKURAT JAKARTA - Dua gadis yang berniat merayakan Malam Tahun Baru 2024 di puncak Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, terpaksa dievakuasi akibat mengalami serangan hipotermia.
Beruntung, kesigapan Tim SAR gabungan dalam melakukan evakuasi dari Gunung Lawu dapat menyelamatkan Desita H (17) dan Ria R (16) dari ancaman kematian akibat hipotermia.
Mereka berhasil dievakuasi turun dari Gunung Lawu pada pukul 08.00 WIB, Senin (1/1/2024) dan segera dibawa ke RSUD Karanganyar.
Hipotermia memang kerap menyerang para pendaki gunung. Sudah banyak kasus kematian pendaki gunung akibat diserang hipotermia.
Baca Juga: Viral Video Mobil Tabrak Jin di Tol Cipali, Penampakan Manusia Serba Putih, Bemper Kiri Rusak
Hipotermia adalah kondisi di mana tubuh kesulitan mengatur dan mengatasi tekanan suhu dingin, suhu tubuh di bawah 35 derajat celsius, kedinginan yang parah, atau kehilangan panas dalam tubuh.
Klasifikasikan hipotermia berdasarkan temperatur tubuh dibagi menjadi:
1. Hipotermia ringan, suhu tubuh antara 34 hingga 36 derajat celsius. Tanda-tanda fisik yang terserang hipotermia ringan yaitu:
- Menggigil hebat
- Warna kulit menjadi keabu-abuan/pucat
- Mulai bicara ngaco/ngelantur
2. Hipotermia Sedang, suhu tubuh antara 30–34 derajat celsius. Tanda-tanda fisik yang terserang hipotermia sedang, yaitu:
- Gerak tubuh mulai tidak terkontrol, otot-otot berkontraksi, detak jantung, nadi, dan tekanan darah melemah.
3. Hipotermia Berat, suhu tubuh berada di bawah 30 derajat celsius.
- Pernafasan mulai kacau, kerja otak tidak terkendali, berhalusinasi, pupil tidak merespon cahaya, warna kulit kebiru-biruan, pingsan dan bisa koma. Pada tingkat ini, orang yang terserang hipotermia bisa saja meninggal akibat kedinginan hebat.
Bagi pecinta alam yang hobi mendaki gunung, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut sebelum melakukan aktivitas pendakian:
1. Bawa pakaian kering lebih banyak.
2. Kemas dengan benar pakaian-pakaian kering dengan masukan ke dalam plastik.
3. Bawa cukup makanan yang mengandung banyak kalori dan karbon hidrat dengan.
4. Jangan lupa bawa sleeping bag, rain coat, cover bag, dan ponco.
5. Jangan menggunakan celana, baju, atau jaket berbahan jeans.
6. Bawa tenda yang memiliki lapisan flysheet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Paderborn vs Stuttgart di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Home Deluxe Arena
- 7Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 8Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



