Banyak Terobosan di Bidang Olahraga, Pengamat: Program Bang Zaki Layak Diadopsi Nasional

AKURAT JAKARTA - Mantan Bupati Tangerang dua periode 2013 - 2023, Ahmed Zaki Iskandar atau Bang Zaki, dikenal sebagai sosok yang gemar berolahraga.
Karena itu, ketika Bang Zaki terpilih menjadi Bupati Tangerang, banyak terobosan di bidang olahraga yang ia lakukan. Hasilnya pun sangat memuaskan.
Bang Zaki telah melangkah jauh dalam dunia olahraga. Sepak terjangnya bisa dilihat dengan sudah dibangunnya 29 stadion mini untuk setiap kecamatan di Kabupaten Tangerang. Kemudian, ia juga mengubah Stadion Benteng menjadi Stadion Indomilk Arena.
Bagi pria yang kini menjabat Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta ini, pembangunan sarana olahraga sangatlah penting. Karena olahraga menjadi salah satu dasar dalam pembangunan mental sumber daya manusia (SDM).
Menariknya, dalam membangun sarana olahraga ini, Bang Zaki menerapkan konsep profesional. Karena dibutuhkan kolaborasi dengan pihak lain dalam pembangunannya.
"Kita punya konsep professional. Selain bagus untuk dunia olahraga, ini juga memberikan masukan untuk APBD. Olahraga tidak selalu beban pemerintah. Jadi, gimana kita ngaturnya," kata Bang Zaki.
Bang Zaki mencontohkan bagaimana mentransformasikan Persita menjadi klub profesional.
Kini, Persita tak lagi mendapatkan pembiayaan dari APBD Kabupaten Tangerang. Karena sudah dikelola secara profesional, layaknya tim-tim mapan di mancanegara.
"Tahun 2008 saya dipercaya menjadi Pembina Persita. Kemudian tahun 2009, Persita sudah tidak lagi menggunakan APBD. Persita mulai mentransformasikan dirinya menjadi klub profesional. Awalnya kita lakukan dari struktur kelembagaannya terlebih dahulu," ungkap Bang Zaki.
Baca Juga: Pesta Musik Koplo di Balikpapan, Ada NDX AKA hingga Guyon Waton, Segini Harga Tiketnya
Zaki melanjutkan, pada tahun 2013, berdasarkan kesepakatan dengan Persita, Pemkab Tangerang mulai membangun Sports Centre Kelapa Dua (Benteng Taruna) secara bertahap.
Pembangunan stadion ini menelan anggaran daerah sekitar Rp 280 miliar, dengan fasilitas berupa stadion berkapasitas 20.000 penonton, running track, GOR kapasitas 1.500 orang, lapangan softball hingga wall climbing.
Hingga pada 2017, Persita mulai mengelola Sports Centre yang diberi nama Indomilk Arena Stadium ini. Persita bekerja sama dengan Indofood.
Dengan adanya kerjasama dengan pihak swasta tersebut, kini menjadikan Persita satu-satunya klub sepakbola di Indonesia yang memiliki stadion sendiri.
Perubahan identitas stadion ini menjadi torehan sejarah untuk Persita dan juga sepak bola Indonesia. Sebab, belum pernah ada di Indonesia, stadion sepak bola yang menggunakan branding sponsor sebagai 'Naming Brand'.
Hal ini membuat klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mensejajarkan diri dengan kebiasaan penamaan stadion dan bekerja sama dengan sponsor.
Di luar negeri, hal ini lazim dilakukan di industri sepak bola dunia. Seperti markas Juventus bernama Allianz Stadium Juventus, markas Arsenal bernama Emirates Stadium, markas Manchester City bernama Etihad Stadium, dan lain-lainnya.
"Terkait Sports Centre ini, kita kerja sama dengan perusahaan pemilik Persita dengan konsep pengelolaan jangka panjang. Dimana di Indonesia, beban pemeliharaan kembali ke APBD setelah dibangun. Jadi dengan begitu infrastruktur yang dibangun pemda tidak lagi membebani APBD untuk biaya perawatan dan pemeliharaan. Jika bisa dilakukan di setiap provinsi, maka masalah kita kan selesai," ucap Zaki.
Zaki menambahkan, kerja sama tersebut menguntungkan berbagai belah pihak. Pemda mendapatkan aset tambahan dari pembangunan yang dilakukan Persita serta pajak hiburan. Persita dapat menyewakan fasilitas dalam stadion untuk digunakan secara umum, dan perusahaan sponsor yakni Indofood dapat melakukan branding produknya.
Selain fokus pada kualitas sepak bola, Zaki diketahui juga ingin membuat sports complex di kawasan Legok. Sport complex tersebut menawarkan lahan seluas 40 hektare (ha) kepada para investor asing dan menjadikan Vice President Persita, Walter Zenga sebagai wakil untuk menarik para investor luar.
"Itu konsep yang kita siapkan untuk mereka (perusahaan asing memiliki klub sepak bola) berinvestasi disini. Ada stadion, tapi juga ada GOR dan hotel bintang 3-4, bisa juga jika mereka mau bangun kawasan industri atau entertainment complex. Ini ada keuntungan buat kita, yaitu kerja sama dengan klub dunia, Persita otomatis akan terbangun dengan sendirinya," jelas Zaki.
Zaki menilai hal-hal tersebut adalah langkah efektif bagi klub sepak bola dalam negeri untuk bisa lebih mandiri. Kemudian juga, untuk membentuk klub profesional, perlu pondasi finansial yang kuat, ini bisa diwujudkan salah satunya dengan melakukan initial public offer (IPO).
"Industri olahraga ini harus dibangun dengan perencanaan matang dan berbasis profit. Makanya saya berharap, tidak hanya 10 klub (IPO) sehingga bisa kokoh secara finansial," ujarnya.
Menurutnya potensi olahraga Indonesia sangat besar, jadi mesti ada roadmap pembangunan industri sepak bola dalam negeri. Nantinya roadmap ini akan dijadikan buku panduan setiap PSSI tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
"Roadmap ini bukan sekadar program-program pembinaan saja, tapi juga terkait infrastruktur, suprastruktur (pengguna) dan SDM. Kita harus disiplin setelah roadmap ini disepakati. Hal ini yang harus dilakukan untuk pembangunan sepak bola Indonesia," terang Zaki.
Menanggpi berbagai terobosan yang dilakukan Bang Zaki, Pengamat dan praktisi entrepreneurship, Hasani Abdulgani, mengatakan bahwa tidak mudah menemukan seorang birokrat yang memiliki perhatian terhadap olahraga.
Padahal, lanjutnya, hal tersebut dibutuhkan untuk menghadirkan banyak kemajuan di dunia olahraga. Selain itu, juga bisa meningkatkan pendapatan daerah atau APBD.
Karena itu, Hasani mengatakan, perhatian Bang Zaki terhadap olahraga dan entrepreneurship, wajib ditiru oleh kepala daerah lainnya.
Baca Juga: GRATIS! Jadwal Lengkap Konser Dewa 19 Bulan Januari 2024, Agenda Paling Dekat di Bali dan Magelang
"Wah ini, bisa dijadikan contoh secara nasional. Karena itu, saya mendukung sosok seperti Bang Zaki terbang lebih tinggi lagi," kata Hasani dalam keterangan tertulis, Minggu (7/1/2024).
Hasani pun mengatakan, selain pembangunan stadion mini di setiap kecamatan di Kabupaten Tangerang, Bang Zaki juga memiliki program-program unggulan dan perhatian serius di bidang olahraga.
Salah satunya, adalah bagaimana mengorbitkan talenta atlet baru serta membawa wilayahnya maju di bidang olahraga. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



