Jakarta

Mau Sebar Nyamuk Wolbachia Untuk Cegah DBD di Kembangan Jakarta Barat, Dinkes DKI Sebut 70 Persen Warga Sudah Setuju

Yasmina Nuha | 4 September 2024, 21:31 WIB
Mau Sebar Nyamuk Wolbachia Untuk Cegah DBD di Kembangan Jakarta Barat, Dinkes DKI Sebut 70 Persen Warga Sudah Setuju

AKURAT JAKARTA - Dalam rangka menekan kasus demam berdarah atau DBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta akan mulai menyebar nyamuk berbakteri wolbachia di wilayah Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada bulan September ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan bahwa sebelum melaksanakan penyebaran, pihaknya telah melakukan survei terlebih dahulu kepada warga Kembangan Utara.

"Kita bikin survei memastikan kesiapan masyarakat ,khususnya di Kembangan dan Jakarta Barat terhadap implementasi nyamuk aedes berwolbachia," kata Ani di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2024).

Baca Juga: Kapan Konser Sheila On 7 Tunggu Aku di Bandung Digelar, Gak Sabar Nih Catat Lokasi dan Tanggalnya di Sini!

Ani mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat di Kembangan Utara, Jakarta Barat, mengetahui dan menyetujui terkait penyebaran nyamuk aedes berwolbachia.

"Hasil surveinya sudah 70% masyarakat yang sudah tahu dan setuju implementasi wolbachia," ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi untuk menyiapkan warga terkait penyebaran ini dengan berbagai media, seperti webinar dan sosialisasi langsung ke masyarakat.

"Semuanya sudah dilakukan, termasuk kegiatan PSN, termasuk info tentang aedes berwolbachia terus disampaikan tokoh masyarakat," ujarnya.

Ia berharap kepada agar informasi terkait penyebaran ini terus disampaikan ke masyarakat sehingga kesiapan lebih baik.

"Karena berhasil tidaknya bergantung kesiapan masyarakat, respon masyarakat terhadap program ini," katanya.

Baca Juga: Viral Pengakuan Seorang Pria Bakar Rumahnya Sendiri karena Istri Selingkuh, Netizen: Satu Pria Tersakiti, Semua Ikut Merasakannya 

Ani berharap, kasus DBD di Jakarta bisa menurun hingga 77 persen dan rawat inap pasien menurun 86 persen.

Mengingat, angka serupa berhasil diraih oleh DI Yogyakarta usai menyebar nyamuk wolbachia.

"Ini adalah hasil capaian di Yogya saat diimplementasikan Aedes berwolbachia. Sejak 2011 sebenarnya sudah diimplementasikan," tuturnya.

Ia berharap, pihaknya akan sampai ke angka penurunan tersebut dengan tahap awal dipastikan keberadaan nyamuk Aedes berwolbachia di lingkungan berjumlah 60 persen dari populasi nyamuk yang ada.

Baca Juga: Ada Misa Akbar Bersama Paus Fransiskus di Stadion GBK Besok, Disdik DKI Terapkan Belajar Jarak Jauh di 208 Sekolah, Berikut Daftarnya

"Itu target awal. Kalau itu sudah tercapai, perkiraan 2-2,5 tahun, mungkin nanti pengaruhnya ke penurunan kasus dan kesakitan terhadap DBD bisa terlihat. Jadi nggak langsung hari ini dilepas, besok kelihatan," jelasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.