Mau Sebar Nyamuk Wolbachia Untuk Cegah DBD di Kembangan Jakarta Barat, Dinkes DKI Sebut 70 Persen Warga Sudah Setuju

AKURAT JAKARTA - Dalam rangka menekan kasus demam berdarah atau DBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta akan mulai menyebar nyamuk berbakteri wolbachia di wilayah Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada bulan September ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan bahwa sebelum melaksanakan penyebaran, pihaknya telah melakukan survei terlebih dahulu kepada warga Kembangan Utara.
"Kita bikin survei memastikan kesiapan masyarakat ,khususnya di Kembangan dan Jakarta Barat terhadap implementasi nyamuk aedes berwolbachia," kata Ani di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2024).
Ani mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat di Kembangan Utara, Jakarta Barat, mengetahui dan menyetujui terkait penyebaran nyamuk aedes berwolbachia.
"Hasil surveinya sudah 70% masyarakat yang sudah tahu dan setuju implementasi wolbachia," ungkapnya.
Ia pun menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi untuk menyiapkan warga terkait penyebaran ini dengan berbagai media, seperti webinar dan sosialisasi langsung ke masyarakat.
"Semuanya sudah dilakukan, termasuk kegiatan PSN, termasuk info tentang aedes berwolbachia terus disampaikan tokoh masyarakat," ujarnya.
Ia berharap kepada agar informasi terkait penyebaran ini terus disampaikan ke masyarakat sehingga kesiapan lebih baik.
"Karena berhasil tidaknya bergantung kesiapan masyarakat, respon masyarakat terhadap program ini," katanya.
Ani berharap, kasus DBD di Jakarta bisa menurun hingga 77 persen dan rawat inap pasien menurun 86 persen.
Mengingat, angka serupa berhasil diraih oleh DI Yogyakarta usai menyebar nyamuk wolbachia.
"Ini adalah hasil capaian di Yogya saat diimplementasikan Aedes berwolbachia. Sejak 2011 sebenarnya sudah diimplementasikan," tuturnya.
Ia berharap, pihaknya akan sampai ke angka penurunan tersebut dengan tahap awal dipastikan keberadaan nyamuk Aedes berwolbachia di lingkungan berjumlah 60 persen dari populasi nyamuk yang ada.
"Itu target awal. Kalau itu sudah tercapai, perkiraan 2-2,5 tahun, mungkin nanti pengaruhnya ke penurunan kasus dan kesakitan terhadap DBD bisa terlihat. Jadi nggak langsung hari ini dilepas, besok kelihatan," jelasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


