Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca Tahap 3

AKURAT JAKARTA - Mengantisipasi potensi banjir akibat cuaca ekstrem saat libur Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ke-3 dan penyiapan infrastruktur mitigasi.
"Dua operasi modifikasi cuaca sebelumnya berhasil mengurangi intensitas hujan di Jakarta hingga 20 persen," ujar Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi di Balai Kota Jakarta, Senin (23/12/2024).
"Operasi ketiga akan dilakukan pada 24–31 Desember 2024 untuk meminimalkan risiko banjir," sambungnya.
Teguh mengatakan, upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di penghujung tahun.
Selain menerapkan modifikasi cuaca, Teguh memastikan pihaknya turut menyiapkan infrastruktur penanganan banjir memadai.
"Jadi teknologi modifikasi cuaca kita lakukan tanpa mengurangi, tanpa mengabaikan kesiapan infrastruktur terkait banjir. Terkait juga masalah SDM serta Sarpras. Itu tetap jadi fokus, tapi kita lakukan tambahan dengan TMC," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa prediksi musim hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berlangsung hingga Februari 2025.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta bakal melakukan penyesuaian penanganan.
"Bagaimana kalau kemudian hujan Januari, karena prediksi BMKG hujan akan sampai Januari bahkan Februari? Kami siapkan. Nanti melihat potensi yang harus kita lakukan modifikasi cuaca, kami akan lakukan," tuturnya.
Namun, lanjut Teguh, jika memang kondisi awan relatif tidak berakibat hujan lebat, pihaknya tidak akan lakukan.
Dengan itu, koordinasi dengan BMKG akan dilakukan lebih intens lagi.
Menambahkan hal tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mohamad Yohan berharap agar OMC ini juga dapat mengurangi intensitas hujan.
"Kami berharap OMC Tahap ke-3 juga berhasil menghindari terjadinya genangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya," ujar Yohan dalam keterangannya, Rabu (25/12/2024).
Ia mengatakan, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi di wilayah Jabodetabek pada Hari Raya Natal.
"Namun, ada juga potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai," ungkap Yohan.
Sebagai informasi, adapun modifikasi cuaca yakni dengan penyemaian natrium klorida (Nacl) atau garam, dari udara menggunakan pesawat terbang.
"Dilakukan 3 sesi, satu sesinya membawa 800 kg natrium klorida," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

