Atasi Maraknya Banjir di Jakarta, Dinas SDA DKI Targetkan Penyelesaian 70 Polder pada Tahun 2025

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Hendri mengatakan, tahun 2025 ini, Dinas SDA akan fokus melaksanakan pembangunan polder, pengerukan kali, dan normalisasi sungai dalam mengatasi banjir.
"Dinas SDA menargetkan penyelesaian pembangunan 70 polder pada 2045. Saat ini, sudah ada 14 polder terbangun memadai, 38 polder terbangun belum memadai, dan 18 polder belum terbangun," ujar Hendri di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/2/2025)
Terkait dengan adanya 38 polder yang terbangun belum memadai, Hendri menjelaskan, pihaknya menghadapi berbagai kendala di lapangan dalam pembangunannya. Salah satunya yakni terkait masalah lahan warga.
"Untuk polder belum memadai kita sudah punya maket polder bangun pompa, cuma drainase-drainase menuju polder itu belum sempurna yang sesuai dengan rencana kita," katanya.
Diketahui, sistem polder merupakan sebuah sistem pengendalian banjir kawasan yang cara kerjanya memerlukan jaringan drainase, kolam penampung, dan rumah pompa.
Selanjutnya, ia juga menegaskan, pihaknya telah melaksanakan upaya pencegahan banjir melalui pengerukan rutin, perbaikan infrastruktur, dan pemeliharaan pompa.
"Kita sudah ada prosedur pengendalian banjir, termasuk pompa-pompa kita pelihara dengan baik. Namun, curah hujan yang tinggi tetap menjadi tantangan utama," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta Dinas SDA untuk lebih mengutamakan upaya pencegahan banjir. Sebab, banjir bukanlah masalah baru di Jakarta.
"Dinas SDA perlu mengacu pada pengalaman dan perencanaan sebelumnya agar dapat mengantisipasi dan mencegah banjir dengan lebih baik melalui mitigasi yang tepat," ujar Yuke.
Perbaikan Saluran di Jalan Alkesa Rampung
Yuke berharap, anggaran yang dialokasikan untuk Dinas SDA dapat digunakan untuk menuntaskan program penanggulangan banjir yang telah direncanakan sebelumnya.
Menurutnya, masalah banjir merupakan persoalan dari hulu ke hilir. Untuk itu, penanganannya pun perlu dilakukan secara bertahap.
"Kita berharap dengan anggaran yang cukup besar itu, maka hal-hal yang memang sudah direncanakan kemarin menjadi berkesinambungan untuk penanggulangan banjir agar bisa tuntas dan tidak terganggu," terangnya.
Yuke menambahkan, sebanyak 38 polder yang sudah terbangun belum optimal mengatasi persiapan banjir. Hal ini disebabkan oleh kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan perencanaan.
"Mungkin mereka sudah merencanakan dengan baik, tapi secara lokasi atau pengadaan lahannya kadang kan juga tidak segampang itu, mungkin ada masalah pembahasan lahan atau masalah lain," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






