Jakarta

Pembangunan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait Resmi Dimulai, Ini Pesan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Saat Peletakan Batu Pertama

Sastra Yudha | 9 Maret 2025, 15:09 WIB
Pembangunan 110 Rumah  Nelayan di Tanjung Kait Resmi Dimulai, Ini Pesan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Saat Peletakan Batu Pertama

AKURAT JAKARTA - Pembangunan 110 rumah untuk permukiman nelayan di Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Mauk, Kabupaten Tangerang, resmi dimulai.

Peletakan batu pertama pembangunan permukiman nelayan ini dilakukan oleh Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, pada Rabu (5/3/2025).

Pembangunan permukiman nelayan di di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, ini dirancang dengan fasilitas hunian yang layak bagi nelayan.

Baca Juga: Kasus DBD di Jakarta Meningkat, Ini yang Akan Dilakukan Gubernur Pramono Anung dalam Waktu Dekat Terkait Penanganannya

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan, program ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.

Pembangunan 110 rumah untuk permukiman nelayan tersebut, sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Tangerang yang ingin menciptakan lingkungan yang selaras dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk para nelayan," tegasnya.

Diharapkan, dengan adanya peningkatkan akses terhadap fasilitas umum yang lebih baik dapat membawa dampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat nelayan.

Bupati Maesyal mengatakan, tantangan besar pemukiman nelayan ini adalah akses pemenuhan fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, dan tempat tinggal yang aman.

Pembangunan 110 rumah bagi nelayan tersebut merupakan salah satu program unggulan Maesyal - Intan, terkait revitalisasi Kampung Tanjung Kait.

Selain itu, program ini bertujuan memperkuat perekonomian lokal dengan membuka peluang bagi pengembangan sektor-sektor terkait, seperti pariwisata dan perikanan.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para kepala dinas, Habitat, Camat, Dansat Radar, Kapolsek, Danramil, kepala desa dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proyek ini, termasuk masyarakat setempat, serta pihak-pihak terkait lainnya," ucapnya.

Baca Juga: Program Sarapan Gratis di Jakarta Resmi Dibatalkan, Gubernur Pramono Beberkan Alasan dan Program Penggantinya

Bupati Maesyal mengatakan, pembangunan permukiman ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi dasar dari banyak program pemerintah daerah.

Ia berharap, inisiatif pembangunan permukiman nelayan ini bisa menjadi contoh bagi program-program pembangunan serupa yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi program-program lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Dia berharap pembangunan 110 rumah permukiman nelayan di Tanjung Anom ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu, sehigga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat nelayan.

Selain itu, pembangunan permukiman nelayan ini dapat menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai contoh daerah yang mampu mengembangkan potensi daerahnya dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya.

“Dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim, peletakan batu pertama permukiman nelayan Tanjung Anom Kecamatan Mauk secara resmi saya nyatakan dimulai,” ucapnya.

Baca Juga: Jangan Lupa! Nikmati Keseruan Syairima Go Ramadhan in Velo 2025 di Velodrome Rawamangun Mulai Akhir Pekan Ini, Cek Rangkaian Acaranya di Sini!

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Habitat for Humanity Indonesia, Arwin Sulaksono, menyampaikan bahwa proyek pembangunan 110 rumah untuk keluarga nelayan di kawasan Tanjung Anom ini bertujuan memberikan akses terhadap rumah layak huni bagi warga yang selama ini tinggal dalam kondisi yang tidak memadai.

Ia menuturkan, rumah yang dibangun memiliki desain yang sederhana namun fungsional, terdiri dari satu ruang tamu, dua kamar tidur, dan satu kamar mandi.

Selain itu, rumah tersebut juga dilengkapi dengan dapur dan teras, dengan tujuan memastikan ketahanan rumah terhadap berbagai potensi bencana, termasuk gempa dan cuaca ekstrem.

"Proses pembangunan rumah ini diharapkan selesai dalam waktu enam bulan ke depan. Kami sudah mulai dengan peletakan batu pertama dan pembersihan lahan," katanya.

Arwin juga mengatakan, para warga yang memiliki kemampuan membangun secara mandiri akan didorong untuk melakukannya, sementara yang kurang mampu akan diberikan pelatihan.

Pelatihan tidak hanya diberikan kepada pemilik rumah, tetapi juga kepada tukang-tukang lokal, agar mereka dapat membangun rumah dengan baik dan sesuai standar yang berlaku.

"Ini bertujuan untuk menghindari pembangunan yang asal-asalan dan rentan terhadap kerusakan atau bencana," katanya.

Baca Juga: Mau Ngabuburid Bareng Idgitaf? Simak Jadwal dan Harga Tiketnya, Digelar di 5 Kota Sepanjang Ramadhan 2025

Arwin berharap, para nelayan setelah menerima rumah ini nantinya, agar mereka merawat dan menjaga tempat tinggal mereka.

Ia menambahkan, jika ada lahan yang masih kosong, masih sangat mungkin dilakukan penambahan ruang atau rumah bagi keluarga yang membutuhkan.

"Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memperkuat koperasi dan meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.

"Dengan cara ini, kehidupan mereka akan lebih baik dan rumah yang mereka miliki dapat dirawat serta dikembangkan dengan lebih mudah," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.