Jakarta

Antisipasi Curah Hujan Tinggi pada 11-20 Maret, Pemprov DKI Akan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC Lagi

Yasmina Nuha | 9 Maret 2025, 16:55 WIB
Antisipasi Curah Hujan Tinggi pada 11-20 Maret, Pemprov DKI Akan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC Lagi

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada pekan ini.

Pram, sapaan akrabnya, menyebut bahwa kegiatan OMC ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi intensitas curah hujan tinggi di Jakarta yang diprediksi mulai 11-12 Maret 2025.

Di mana sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa Jakarta akan mengalami cuaca curah hujan tinggi pada 11-20 Maret 2025.

Baca Juga: Pembangunan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait Resmi Dimulai, Ini Pesan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Saat Peletakan Batu Pertama

"Dan kalau memang betul tanggal 11-12 Maret ini intensitasnya tinggi, maka boleh dilakukan sejak minggu besok dan itu harus dilakukan. Dan saya sudah memerintahkan untuk dilakukan," ujar Pram di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2025).

Lebih lanjut, Mantan Sekretaris Kabinet RI itu mengatakan, memang anggaran untuk OMC ini dimiliki oleh pihak Pemprov DKI Jakarta maupun

Namun, yang terpenting, ia berharap melalui kegiatan OMC ini, prediksi intensitas curah hujan tinggi yang terjadi nanti dapat dicegah dan berkurang.

"Jadi modifikasi cuaca pemerintah Jakarta punya anggaran dan BMKG juga punya anggaran tetapi yang paling penting untuk kegiatan pencegahan," tuturnya.

Sebagai informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sukses melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada periode 14-21 Februari 2025.

Plt. Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), OMC mampu mengurangi curah hujan sebesar 40-60 persen.

"Dampak positif dari upaya ini terlihat dari kondisi cuaca di DKI Jakarta yang hanya mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sepanjang periode pelaksanaan OMC, tidak terpantau adanya kejadian banjir di wilayah DKI Jakarta," ujar Budi.

Baca Juga: Kasus DBD di Jakarta Meningkat, Ini yang Akan Dilakukan Gubernur Pramono Anung dalam Waktu Dekat Terkait Penanganannya

Sementara Juru Bicara Pelaksanaan Kegiatan OMC Tahun 2025, Michael Sitanggang, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC DKI Jakarta bertujuan memitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya dalam mengurangi risiko banjir akibat curah hujan ekstrem.

"Dengan hasil yang telah dicapai, program OMC ini dapat dikatakan berhasil dalam menekan potensi bencana. Selain itu, dapat menjaga stabilitas lingkungan perkotaan dari dampak cuaca ekstrem," ujar Michael. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.