Harga Pangan Berpotensi Melonjak Jelang Lebaran, Fraksi Golkar Andri Santosa Minta Jauh Hari Pemprov Antisipasi

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa meminta agar Pemprov DKI Jakarta melakukan tindakan preventif untuk mencegah kegaduhan di masyarakat akibat melonjaknya harga kebutuhan pokok saat Ramadan dan jelang Idul Fitri 2025.
"Perlu tindakan cepat untuk mengantisipasi hal tersebut. Hendaknya jangan sampai menunggu masyarakat teriak baru Pemprov ambil tindakan. Ini kan fenomena musiman yang secara logika harusnya sudah bisa diantisipasi jauh hari," ujar Andri kepada wartawan, Selasa (11/3/2025).
Andri menyampaikan, sebelumnya PT. Food Station, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya sudah melakukan rapat pada Februari lalu terkait stok kebutuhan pangan untuk Masyarakat Jakarta saat Ramadan dan Idul fitri cukup.
Baca Juga: Legislator Golkar Minta Pemprov DKI Optimalkan Pengelolaan dan Pengawasan Taman
Rencana tentang Pasar Murah juga sudah disampaikan yang ditindaklanjuti dengan Kunjungan Kerja Legislatif DPRD DKI Jakarta meninjau kesiapan BUMD DKI Jakarta dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaannya untuk Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
"Jika stok cukup bahkan untuk beberapa bulan ke depan sesuai dengan laporan yang disampaikan dan bisa dilihat saat ada peninjauan, logikanya harga komoditas kebutuhan pokok di Jakarta harusnya bisa terjaga stabilitas dan keterjangkauannya oleh masyarakat," tuturnya.
"Jika ternyata masih ada lonjakan harga yang tinggi maka kami perlu lakukan evaluasi terhadap kinerja BUMD Pangan di DKI Jakarta," imbuhnya.
Terhadap rencana pelaksanaan pasar murah di banyak titik di DKI Jakarta, Andri mendukung hal tersebut untuk dilakukan segera guna merespon situasi yang ada.
Di mana, Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa akan menggelar Pasar Murah di 296 titik sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri 2025.
Pramono saat kunjungan ke Pasar Kramat Jati, Senin (10/3/2025) menyatakan bahwa akan menyiapkan solusi inovatif untuk memastikan distribusi pangan, agar berjalan dengan baik, salah satunya melalui pelepasan armada Pasar Murah dengan menggandeng BUMD, yaitu Pasar Jaya dan Food Station.
"Banyaknya titik pasar murah yang direncanakan pemprov DKI Jakarta melalui Pasar Jaya dan Food Station hendaknya juga memperhatikan jumlah barang kebutuhan yanga akan didistribusikan di tiap titik," kata Andri.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, akurasi sebaran titik perlu menjadi perhatian karena disparitas harga kebutuhan pokok di tiap wilayah masih saja terjadi.
"Jangan sampai Jumlah penduduk banyak namun stok barang yang disistribusikan tidak sesuai, khawatir ada kemarahan masyarkat nantinya," pungkasnya. (*)
Gambar: Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Stuttgart di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Pertahankan Rekor Sempurna?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

