Jakarta

Kemacetan Parah di Tanjung Priok, Gubernur Pramono Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya

Yasmina Nuha | 19 April 2025, 15:52 WIB
Kemacetan Parah di Tanjung Priok, Gubernur Pramono Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya

AKURAT JAKARTA - Kemacetan kendaraan mengular sempat terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tepatnya yang mengarah ke Pelabuhan Priok sejak Kamis (17/4/2025) hingga hari ini, Sabtu (19/4).

Jalan Yos Sudarso hingga malam hari dipadati kendaraan yang hanya melaju lambat bahkan di beberapa saat sama sekali tidak bergerak.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pun turut meminta maaf atas kemacetan yang terjadi di jalan tersebut.

Baca Juga: Hadiri Acara Gowes Silaturahride, Gubernur Pramono Harap Jakarta Jadi Destinasi Olahraga Internasional

"Pertama saya mau meminta maaf atas kejadian yang terjadi di Tanjung Priok, jalan tol kemacetan yang luar biasa dan berlangsung sampai dengan hari ini, saat ini," ujar Pram di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (19/4/2025).

Ia pun menyampaikan, pihaknya melalui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sudah mencari tahu penyebab dari kemacetan ini.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan sudah diketahui penyebab utamanya adalah karena kapasitas yang hanya 2.500 dalam 3 hari ini dipaksakan untuk menyelesaikan 7.000 lebih truck per hour," katanya.

Baca Juga: Ungkap Program Unggulan MDI Jakarta, Ketua Ashraf Ali Sebut Telah Bina 400 Khatib Jumat dan Tersebar di Masjid dan Mushola

"Sehingga dengan demikian ini menjadi beban bagi Tanjung Priok," imbuhnya.

Pram pun menyampaikan, salah perusahaan di Tanjung Priok, PT Pelindo telah secara resmi telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian. Namun, baginya permintaan maaf saja tidak cukup.

"Sehingga dengan demikian saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan untuk segera diselesaikan dan diberikan peringatan sekeras-kerasnya kepada Tanjung Priok," tuturnya.

Ia pun berharap, kepada Pelindo dan operator yang ada di Tanjung Priok agar tidak boleh terjadi kembali kejadian seperti ini.

Untuk itu, sebagai Gubernur Jakarta, Pram memohon maaf. Saya mohon maaf kejadian ini, Walaupun itu bukan tanggung jawab pemerintah Jakarta.

"Pemerintah Jakarta mendapatkan ekses dari kejadian itu yang luar biasa. Untuk itu saya sudah meminta kepada jajaran Balai Kota untuk tidak terjadi lagi dan tidak mengizinkan kalau kemudian ada permintaan yang seperti ini," katanya.

"Saya juga sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk memberikan teguran sekeras-kerasnya. Sekali lagi teguran sekeras-kerasnya," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y