Jakarta

Program Rumah DP Rp0 Era Anies Baswedan Bakal Dilanjutkan Gubernur Pramono Anung, Tapi Ada Syaratnya. Apa Itu?

Yasmina Nuha | 27 Mei 2025, 15:10 WIB
Program Rumah DP Rp0 Era Anies Baswedan Bakal Dilanjutkan Gubernur Pramono Anung,  Tapi Ada Syaratnya. Apa Itu?

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan siap melanjutkan program Rumah Down Payment (DP) Rp0 yang sempat dijalankan pada era Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Pram, sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya siap melanjutkan program tersebut jika lahannya tersedia untuk dibangun.

"Saya secara khusus ingin menyampaikan bahwa bagi saya selama lahan itu siap dan bisa dibangun, tentunya kami akan lanjutkan," ujar Pram di Rusunawa Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (27/5/2025).

Baca Juga: Buka Pelatihan dan Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Pemula, Wakil Bupati Tangerang Dorong Generasi Muda Ciptakan Wirausaha Kreatif

Ia menjelaskan, dari area lahan yang sudah dibebaskan untuk program ini, masih terdapat catatan yang harus diperbaiki.

Bahkan, sudah ada kasus hukum yang menjerat eks Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan yang diduga adanya pelanggaran korupsi lahan di Munjul, Jakarta Timur.

"Sebenarnya area atau lahan yang sudah dibebaskan ketika program DP nol kan ada beberapa yang sekarang ini memang masih ada catatannya," tuturnya.
 
Politikus PDIP itu juga menilai, program DP Rp0 ini dibutuhkan untuk kepentingan warga, sehingga program yang ditinggalkan gubernur sebelumnya ini perlu dilanjutkan.

"Karena bagi saya siapapun, apapun yang ditinggalkan oleh gubernur siapapun, selama ini baik untuk kepentingan warga banyak maka kami akan melanjutkan," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menilai bahwa program Rumah DP Rp 0 yang sebelumnya dijalankan Anies Baswedan sulit untuk dijalankan.

Baca Juga: Asyiik! BLACKPINK Akhirnya Tambahkan Jakarta Sebagai Lokasi Konser dalam Tour Dunia 2025, Catat Lokasi dan Tanggalnya!

Program yang bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap rumah layak huni itu kerap mentok di masalah perbankan.

Pramono menilai, tidak semua warga Jakarta bisa mendapatkan kredit perumahan yang difasilitasi pihak perbankan tersebut.

Ia menjelaskan, sering kali pengajuan kredit kepemilikan Rumah DP Rp0 warga ditolak karena tidak lolos verifikasi bank.

"Kami mempelajari itu ya, tetapi memang tidak mudah, yang mudah adalah tetap harus ada perbankan yang masuk tetapi suku bunganya kecil sekali. Sebab, kalau suku bunga normal kasihan warga," ujar Pramono di kawasan Cakung, Jakarta Timur dilansir dari Antara, Kamis (3/10/2024) silam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.