Viral! Taman Langsat Jadi Spot Mesum Usai Dibuka 24 Jam, DPRD DKI: Seharusnya Bisa Diantisipasi Sejak Awal

AKURAT JAKARTA - Viral pemberitaan terkait adanya kasus perbuatan asusila alias mesum di Taman Langsat, sebagai salah satu taman yang dibuka selama 24 jam oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau, mengingatkan bahwa dirinya sudah mengantisipasi permasalahannya sejak lama.
"Ini memang sudah menjadi risikonya apabila Pemprov DKI Jakarta membuka beberapa taman selama 24 jam. Seharusnya, masalah ini sudah diantisipasi sejak awal," ujar Bun dalam keterangannya, dikutip Sabtu (14/6/2025).
Selain itu, Bun juga mengatakan bahwa ia sudah pernah menyuarakan potensi terjadinya tindakan-tindakan asusila apabila taman yang dibuka selama 24 jam itu tidak diawasi dan dijaga secara ketat.
"Bahkan sejak awal, saya sudah mengingatkan bahwa tindakan-tindakan asusila seperti itu kemungkinan terjadi apabila pengawasan dan keamanannya tidak ketat," katanya.
Bun menyayangkan terjadinya kecolongan di pihak pengelola taman, sehingga tindakan asusila yang dilakukan oleh beberapa pengunjung itu bisa terjadi.
Baca Juga: Bakal Bongkar Tiang Monorel yang Mangkrak, Legislator Golkar Minta Pemprov Kaji Secara Komprehensif
"Kenyataannya, pihak taman kecolongan dalam kasus ini di mana beberapa pengunjung ternyata malah melakukan perbuatan-perbuatan asusila. Artinya, masih ada beberapa kelemahan dalam sistem keamanan yang sudah dibuat," tukasnya.
Dengan itu, Bun meminta agar Pemprov DKI Jakarta segerea meningkatkan pengamanan di taman-taman yang dibuka selama 24 jam agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
"Demikian, Pemprov DKI perlu meningkatkan pengamanan dengan memasang CCTV yang bisa memantau setiap sudut taman-taman yang dibuka 24 jam itu," imbuhnya.
Kemudian, Bun juga meminta agar patroli berkala oleh satpam di setiap taman ditingkatkan untuk sementara waktu untuk memberikan efek kejut kepada para pengunjung.
"Pihak pengelola juga harus meningkatkan frekuensi patroli satpamnya untuk sementara waktu agar dapat memberikan pesan yang tegas kepada para pengunjung, sehingga berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan-tindakan yang terlarang atau tidak pantas,” tuturnya.
Tak hanya itu, Bun mendesak agar pengelola taman menindak para pelaku agar memberikan efek jera untuk tidak melakukan perbuatan yang sama lagi nantinya.
"Semuanya itu tidak akan berarti kalau tidak ada penindakan. Oleh karena itu, pengelola taman harus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku, supaya tidak melakukan perbuatan-perbuatannya lagi di kemudian hari," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


