Jakarta

Banjir Genangi 100 RT di Jakarta, Gubernur Pramono: Akibat Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Ciliwung, Semua Sudah Ditangani

Yasmina Nuha | 7 Juli 2025, 15:01 WIB
Banjir Genangi 100 RT di Jakarta, Gubernur Pramono: Akibat Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Ciliwung,  Semua Sudah Ditangani

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta sejak Minggu (6/7/2025) malam hingga hari ini, Senin (7/7/2025) sudah tertangani.

Pramono menyebut, jajaran Dinas SDA dan para wali kota di lima wilayah telah berkoordinasi untuk memantau dan melakukan langkah cepat dalam menangani masalah genangan banjir.

"Kami meminta Dinas SDA untuk siaga. Pengalaman sejak semalam menunjukkan bahwa kinerja kita sudah baik. Khususnya dalam menjaga kawasan strategis agar tidak terdampak," ujar Pramono.

Baca Juga: Sedang Viral dan Mendunia Tren Aura Farming, Lomba Pacu Jalur di Tepian Narosa Teluk Kuantan Bakal Digelar 20-24 Agustus 2025

Hal tersebut disampaikan Pramono usai meninjau pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, , pada Senin (7/7/2025).

"Sekitar pukul 12 malam, semua genangan sudah tertangani dengan baik, dan pagi ini semuanya berjalan lancar," imbuhnya.

Pramono menambahkan, banjir kali ini disebabkan oleh tingginya curah hujan, kiriman air dari wilayah hulu, serta rob yang menyebabkan luapan di Kali Ciliwung dan beberapa sungai lainnya.

"Saya ingin menyampaikan, ini pertama kalinya dalam kepemimpinan saya mengalami banjir yang terjadi secara bersamaan: banjir kiriman, banjir karena hujan lokal di Jakarta, dan banjir akibat rob.

Ia menjelaskan, banyak warga mungkin tidak tahu bahwa permukaan air laut baru turun pukul 20.20 WIB malam kemarin. Saat itu, pihaknya langsung mengoperasikan sekitar 600 unit pompa.

"Mudah-mudahan, apa yang dilakukan Dinas SDA dan para wali kota dapat membuahkan hasil yang baik dalam penanganan banjir," harapnya.

Selain itu, saat ini pihaknya melakukan pengerukan dilakukan pada aliran sungai sepanjang 5.300 meter untuk meningkatkan daya tampung air agar tidak meluap saat curah hujan tinggi.

Baca Juga: Cocok Bikin untuk Acara Keluarga, Resep Mie Ayam Enak dan Simpel

"Sebenarnya, irigasi ini dulu dibangun oleh pemerintah pusat. Fungsinya untuk mengatasi banjir sekaligus pengairan. Namun, dalam perjalanannya, irigasi ini dirawat oleh Pemprov DKI karena kami tahu jika tidak dirawat, justru akan menjadi salah satu sumber banjir di Jakarta,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus menyisir daerah rawan banjir untuk dilakukan langkah preventif, salah satunya melalui pengerukan aliran sungai di berbagai titik di Jakarta.

Sebagai informasi, Kali Irigasi Bekasi Tengah di Kecamatan Cakung melintasi tiga kelurahan, yaitu Ujung Menteng, Cakung Timur, dan Cakung Barat. Aliran ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

Pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah segmen A (dari Kanal Banjir Timur hingga Gerbang Perumahan Metland Ujung Menteng) telah dilakukan pada 2 Februari hingga 19 Mei 2025, dengan volume pengerukan mencapai 5.573 m³.

Baca Juga: CATAT! My Chemical Romance atau MCR Bakal Konser di Jakarta pada Hammersonic Festival 2026, Penjualan Tiketnya Dimulai Rabu Lusa

Sementara itu, segmen B (dari Gerbang Perumahan Metland hingga Jl. Tambun Rengas) telah dikeruk sebanyak 4.640 m³ lumpur.

Adapun pengerukan Kali Inspeksi PAM di Kelurahan Cakung Barat (Jl. Raya Tipar menuju JORR E) menghasilkan 2.086 m³ lumpur. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.