Jakarta

Wakil Ketua DPRD DKI Dukung Modernisasi Alat Pengendalian Banjir di Jakarta, Namun Beri 4 Catatan Ini

Yasmina Nuha | 30 Juli 2025, 18:12 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Dukung Modernisasi Alat Pengendalian Banjir di Jakarta, Namun Beri 4 Catatan Ini

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Nasdem, Wibi Andrino mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk memodernisasi alat pengendalian banjir.

"Saya mendukung langkah Gubernur Pramono Anung untuk memodernisasi alat pengendalian banjir di Jakarta, karena beralih ke teknologi pompa lumpur canggih adalah bagian dari adaptasi terhadap tantangan iklim dan urbanisasi," ujar Wibi saat dihubungi wartawan, Rabu (30/7/2025).

Namun, ia juga menyoroti agar modernisasi ini dapat disusun dengan berbagai 4 persiapan. Salah satunya dengan perencanaan berbasis data.

Baca Juga: Alat Pengendali Banjir Masih Gunakan Ekskavator, Gubernur Pramono Minta Lakukan Modernisasi Teknologi

"Namun, DPRD menekankan agar rencana ini disusun dengan perencanaan berbasis data, transparansi anggaran, pelatihan SDM, dan sistem pemeliharaan yang jelas," katanya.

Selain itu, Koordinator Komisi D itu menyarankan agar solusi berbasis alam seperti revitalisasi sungai dan penghijauan kota tetap harus berjalan beriringan.

Hal ini agar penanganan banjir tidak hanya bergantung pada alat, tapi juga memperkuat daya dukung lingkungan Jakarta secara menyeluruh.

Baca Juga: Warga Jember Merapat! Dewa 19 dan Denny Caknan Bakal Meriahkan Swara Semesta di Stadion Notohadinegoro pada September 2025, Segini Harga Tiketnya

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa alat-alat pengendali banjir di Jakarta masih bergantung menggunakan alat berat ekskavator. Untuk itu, ia meminta untuk melakukan modernisasi teknologi ke yang lebih canggih.

Hal ini disampaikannya usai meninjau Rumah Pompa Waduk Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, pada Selasa (29/7/2025).

"Tadi saya sampaikan kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup memang harus ada modernisasi. Ini kan masih bergantung kepada alat berat ekskavator untuk mengambil lumpurnya," tutur Pramono.

Ia menjelaskan, pompa-pompa penyedot lumpur ini juga telah digunakan oleh negara-negara maju. Namun, ia juga mengakui biaya yang dibutuhkan untuk modernisasi alat sangat tinggi.

Dengan itu, ia menekankan perlunya perencanaan matang dalam pengadaannya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y