Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Usulkan Ruang Ekspresi Aman Bagi Warga untuk Berdemo Memfasilitasi Kebebasan Berpendapat

AKURAT JAKARTA - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan untuk membuat ruang ekspresi aman untuk tempat warga menyampaikan aspirasinya.
Anggota Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Tri Waluyo, mengatakan bahwa pembuatan ruangan tersebut menimbang dinamika sosial terkini dan menyikapi kondisi darurat paska gelombang aksi massa beberapa hari lalu.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 dan Ranperda tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya menjadi Perseroan Terbatas Air Minum Jaya (Perseroda).
"Fraksi PKB memandang perlu adanya designated protest spaces atau Ruang Ekspresi Aman sebagai ruang demonstrasi yang memfasilitasi kebebasan berpendapat sekaligus menjaga keteraturan pelayanan publik," ujar Tri, Senin (8/9/2025).
Ia menjelaskan, penetapan free speech zone atau designated protest space akan mengurangi gesekan sosial, menjaga stabilitas layanan publik, sekaligus memperkuat reputasi Jakarta sebagai kota global.
Selain itu, lanjut Tri, sebagai Protokol Tanggap Darurat seperti Incident Command System (ICS) atau Sistem Komando Insiden, yang telah lama digunakan dalam penanganan bencana, dapat diadaptasi untuk mengelola aksi massa berskala besar di Jakarta.
"Dengan struktur komando terpadu yang melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, dan Operator Transportasi, pemerintah dapat menjaga arus lalu lintas, melindungi fasilitas vital, dan mempercepat pemulihan layanan publik pasca kejadian," tuturnya.
Anggota Komisi C itu menuturkan, pihaknya berpandangan Jakarta perlu segera mengadopsi kebijakan berbasis merit goods melalui penyediaan designated protest space, penerapan sistem komando terpadu, serta integrasi kanal dialog digital.
"Dengan kebijakan tersebut, demonstrasi tidak lagi menjadi ancaman, tetapi bagian dari dinamika sosial perkotaan yang wajar, selaras dengan citra Jakarta sebagai kota global yang modern, demokratis, dan terbuka," tuturnya.
Fraksi PKB pun berpandangan, Jakarta berhadapan dengan tiga simpul tantangan ke depan yakni tekanan biaya hidup, gangguan mobilitas-lingkungan, dan ketimpangan layanan yang melemahkan ketahanan saat kedaruratan.
Karena itu, RAPBD 2026 harus memuat design for resilience: penataan ruang yang adaptif, contingency budgeting yang jelas, dan standar layanan minimum saat gangguan.
"Dengan semangat melayani, Fraksi PKB mendukung upaya penuh eksekutif memastikan APBD menjadi alat keadilan: biaya hidup lebih ringan, layanan dasar lebih baik dan merata, perlindungan krisis lebih pasti, serta pengelolaan yang transparan dan lestari," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 7Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



