Jakarta

Golkar Harap Lembaga Adat Betawi Bawa Jakarta Aktif di Forum Internasional UNESCO

Yasmina Nuha | 24 September 2025, 16:59 WIB
Golkar Harap Lembaga Adat Betawi Bawa Jakarta Aktif di Forum Internasional UNESCO

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendukung pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Betawi untuk menjaga identitas kota Jakarta.

Pembentukan lembaga ini tengah dibahas dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta.

"Kami sangat mendukung, karena untuk pelestarian dan perlindungan cagar budaya khususnya di Jakarta memang perlu ada lembaga khusus yang menaunginya," ujar Farah kepada wartawan, dikutip Selasa (23/9/2025).

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD dari Golkar Basri Baco Pastikan Air Bersih Jadi Prioritas Utama Jakarta Hingga 2029

Menurutnya, keberadaan lembaga ini diharapkan tidak hanya membuat pelestarian budaya bertumpu pada Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, namun juga membuka ruang bagi pemangku kepentingan lainnya.

"Yang penting lembaga ini efektif dan bisa memberi peluang bagi stakeholder lain yang fokus pada pelestarian budaya untuk ikut serta," tuturnya.

Ia juga berharap, lembaga tersebut dapat mengantarkan budaya Betawi terlibat dalam forum internasional, termasuk ikut serta dalam pertemuan UNESCO.

Baca Juga: Traveler Wajib Tahu! Dua Jalur Masuk ke Gunung Bromo Via Malang dan Pasuruan Ditutup 2 Hari

"Kita butuh stakeholder seperti NGO baik profit maupun non-profit agar bisa masuk di situ. Itu peluang dari Raperda," sambungnya.

Selain itu, Anggota Komisi E itu menyambut baik rencana pembentukan Pamong Budaya Betawi yang dikonsep seperti pecalang di Bali, guna memperkuat persatuan sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.

"Sejauh ini kami menyetujui, tapi implementasinya harus benar-benar dikawal," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno mengatakan bahwa Raperda Lembaga Masyarakat Adat Betawi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Dalam Raperda tersebut, Rano menggagas kehadiran Pamong Budaya yang bertugas meredam potensi kericuhan, termasuk mencegah perusakan fasilitas umum saat aksi unjuk rasa.

"Budaya punya keunggulan, karena mampu menjahit perbedaan apapun menjadi persatuan di Jakarta," ujar Rano. (*)

Gambar: Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y