Golkar Harap Lembaga Adat Betawi Bawa Jakarta Aktif di Forum Internasional UNESCO

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendukung pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Betawi untuk menjaga identitas kota Jakarta.
Pembentukan lembaga ini tengah dibahas dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta.
"Kami sangat mendukung, karena untuk pelestarian dan perlindungan cagar budaya khususnya di Jakarta memang perlu ada lembaga khusus yang menaunginya," ujar Farah kepada wartawan, dikutip Selasa (23/9/2025).
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD dari Golkar Basri Baco Pastikan Air Bersih Jadi Prioritas Utama Jakarta Hingga 2029
Menurutnya, keberadaan lembaga ini diharapkan tidak hanya membuat pelestarian budaya bertumpu pada Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, namun juga membuka ruang bagi pemangku kepentingan lainnya.
"Yang penting lembaga ini efektif dan bisa memberi peluang bagi stakeholder lain yang fokus pada pelestarian budaya untuk ikut serta," tuturnya.
Ia juga berharap, lembaga tersebut dapat mengantarkan budaya Betawi terlibat dalam forum internasional, termasuk ikut serta dalam pertemuan UNESCO.
Baca Juga: Traveler Wajib Tahu! Dua Jalur Masuk ke Gunung Bromo Via Malang dan Pasuruan Ditutup 2 Hari
"Kita butuh stakeholder seperti NGO baik profit maupun non-profit agar bisa masuk di situ. Itu peluang dari Raperda," sambungnya.
Selain itu, Anggota Komisi E itu menyambut baik rencana pembentukan Pamong Budaya Betawi yang dikonsep seperti pecalang di Bali, guna memperkuat persatuan sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.
"Sejauh ini kami menyetujui, tapi implementasinya harus benar-benar dikawal," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno mengatakan bahwa Raperda Lembaga Masyarakat Adat Betawi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Dalam Raperda tersebut, Rano menggagas kehadiran Pamong Budaya yang bertugas meredam potensi kericuhan, termasuk mencegah perusakan fasilitas umum saat aksi unjuk rasa.
"Budaya punya keunggulan, karena mampu menjahit perbedaan apapun menjadi persatuan di Jakarta," ujar Rano. (*)
Gambar: Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

