Jakarta

Ditolak Pemprov DKI Jakarta, Ini Sikap Pemerintah Pusat Soal Atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia

Ainun Kusumaningrum | 9 Oktober 2025, 15:30 WIB
Ditolak Pemprov DKI Jakarta, Ini Sikap Pemerintah Pusat Soal Atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia

AMURAT JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono angkat bicara mengenai kabar keikutsertaan atlet Israel dalam ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 yang rencananya akan digelar di Jakarta pada Oktober ini.

Menlu menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tidak memiliki kaitan langsung dengan proses perizinan atlet tersebut.

Sugiono menjelaskan, keikutsertaan atlet Israel merupakan keputusan dari Persatuan Senam Indonesia (Persani) selaku penyelenggara.

Baca Juga: Legislator Golkar Dukung Pramono Lakukan Creative Financing Imbas Pemangkasan DBH Sebesar Rp15 Triliun

"Saya monitor tapi ini yang menyelenggarakan Persani ya. Kita lihat perkembangannya seperti apa," kata Sugiono kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (8/10). "Itu yang menyelenggarakan Persani, Kementerian Luar Negeri tidak ada permintaan izin," lanjutnya.

Menlu juga menambahkan bahwa keputusan untuk menerima atau menolak visa delegasi Israel merupakan wewenang penuh dari pihak Imigrasi, bukan Kemlu RI. Kemlu pun enggan berkomentar mengenai masalah tersebut sebelum adanya keputusan resmi.

"Itu pertanyaan yang sifatnya hipotetikal. Kita belum tahu apakah disetujui atau tidak," ucap Sugiono.

Baca Juga: 18 Gubernur Protes Pemangkasan DBH oleh Kemenkeu, Kok Jakarta Terima dengan Ikhlas, Begini Kata Pramono

Desakan Penolakan dari DPR dan Pemprov DKI

Rencana keikutsertaan atlet Israel ini menuai penolakan keras dari sejumlah pihak, termasuk dari legislatif. Wakil Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sukamta mendesak pemerintah agar bersikap tegas.

"Pemerintah harus menunjukkan sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, berpihak pada kemanusiaan dan sesuai amanat konstitusi. Jangan sampai kita kebobolan lagi soal keikutsertaan Israel dalam ajang olahraga internasional," tegas Sukamta dalam keterangan tertulisnya.

Penolakan serupa juga disuarakan oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung. Pramono bahkan mendesak Imigrasi untuk menolak penerbitan visa bagi para atlet Negeri Zionis tersebut.

"Karena tak ada manfaatnya dalam kondisi seperti ini ada atlet gymnastic itu bertanding di Jakarta. Pasti akan menyulut, memantik kemarahan publik dalam kondisi seperti ini," kata Pramono.

Dia eminta agar organisasi penyelenggara mempertimbangkan kembali niat mengundang atlet Israel.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.