Jakarta

Menteri Purbaya: Gaya Ekonomi Saya Bukan Baru, Tapi yang Seharusnya! Wartawan Ekonomi 'Salah Mengejar Pertanyaan' Selama 10 Tahun Terakhir?

Menggi Febrianti | 5 November 2025, 07:12 WIB
Menteri Purbaya: Gaya Ekonomi Saya Bukan Baru, Tapi yang Seharusnya! Wartawan Ekonomi 'Salah Mengejar Pertanyaan' Selama 10 Tahun Terakhir?

AKURAT JAKARTA - Dalam sebuah  pernyataan yang memicu perbincangan hangat di kalangan pengamat ekonomi dan media, Menteri Keuangan Purbaya kembali menegaskan bahwa pendekatan yang ia terapkan dalam mengelola keuangan negara bukanlah sesuatu yang baru atau sekadar sensasi. 

Menurutnya, cara tersebut justru merupakan standar yang seharusnya sudah lama dijalankan oleh para pengambil kebijakan. Pernyataan ini bukan hanya menyasar kebijakan masa lalu, tetapi juga menyentil peran jurnalis ekonomi dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga: BUKAN HANYA RESESI! Menteri Purbaya Beri Peringatan Keras: Jika Ekonomi Morat-Marit, Keutuhan NKRI Juga Terancam!

Purbaya menyampaikan bahwa pendekatan fiskal yang ia jalankan saat ini bukanlah sekadar gaya baru yang ingin tampil beda. Ia menolak anggapan bahwa kebijakan yang ia bawa adalah sesuatu yang revolusioner. 

Sebaliknya, ia menekankan bahwa inilah seharusnya cara negara mengelola keuangan publik. Menurutnya, prinsip-prinsip ekonomi yang benar seharusnya menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan fiskal, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan politik sesaat.

Dilansir dari kanal YouTube CNN Indonesia, dalam sebuah sesi wawancara pada (31/10/2025), Purbaya menyampaikan kritik tajam terhadap cara kerja sebagian jurnalis ekonomi kepada host acara tersebut karena menanyakan apakah periode 10 tahun terakhir ada kesalahan dalam mengatur ekonomi. Purbaya menilai bahwa selama ini banyak pertanyaan yang diajukan oleh wartawan justru tidak menyentuh substansi kebijakan ekonomi. 

Akibatnya, ilmu-ilmu ekonomi yang seharusnya bisa diungkap ke publik justru tertutup oleh narasi yang kurang tepat. “Itu bukan gaya baru, gaya ekonomi memang harusnya seperti itu. Anda sebagai wartawan, wartawan ekonomi salah mengejar pertanyaan ekonominya sehingga enggak keluar ilmu-ilmu ekonomi para pengurus ekonomi pada waktu itu,” ujarnya, dikutip pada (05/11/2025).

Pernyataan ini menjadi sorotan karena secara langsung menantang komunitas jurnalis ekonomi untuk melakukan refleksi. Purbaya seolah mengajak para wartawan untuk mengevaluasi kembali pendekatan mereka dalam meliput isu-isu fiskal dan makroekonomi. Ia menyiratkan bahwa selama ini ada kesenjangan antara apa yang seharusnya diberitakan dan apa yang benar-benar terjadi di balik layar pengambilan keputusan ekonomi.

Lebih jauh, kritik ini membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang kualitas liputan ekonomi di Indonesia. Apakah selama ini media telah cukup kritis dan mendalam dalam membedah kebijakan fiskal? Ataukah justru terjebak dalam narasi permukaan yang tidak mencerminkan kompleksitas kebijakan publik? Purbaya tampaknya ingin menggeser paradigma ini, dari sekadar peliputan permukaan menuju jurnalisme ekonomi yang lebih substantif dan bertanggung jawab.

Dengan menyebut bahwa pendekatannya adalah “yang seharusnya”, Purbaya tidak hanya sedang membela kebijakannya sendiri. Ia juga sedang membangun narasi bahwa selama ini ada kekeliruan sistemik dalam cara negara ini mengelola keuangan dan bagaimana media menyampaikannya ke publik. Kritiknya terhadap jurnalis bukan sekadar sindiran, melainkan ajakan untuk memperbaiki ekosistem informasi ekonomi agar lebih sehat dan transparan.

Baca Juga: ‘Dua Duanya Membunuh Perekonomian!’ Menteri Purbaya Tuding Kebijakan Fiskal dan Moneter Sebelumnya Biang Keladi Kejatuhan Ekonomi

Pernyataan ini tentu akan memicu respons dari berbagai pihak. Di satu sisi, ada yang mungkin menganggapnya sebagai bentuk arogansi. Namun disisi lain, ini bisa menjadi momentum penting untuk memperbaiki kualitas diskursus publik tentang ekonomi. 

Jika jurnalis ekonomi mampu menjawab tantangan ini dengan liputan yang lebih tajam dan berbasis data, maka bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal akan meningkat.

Dengan demikian, pernyataan Purbaya bukan hanya soal gaya ekonomi. Ini adalah soal bagaimana negara seharusnya dikelola dan bagaimana publik mendapatkan informasi yang benar dan utuh. Sebuah tantangan yang tidak ringan, namun sangat penting untuk masa depan ekonomi Indonesia.**

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
M
Editor
M. Rafix