Jakarta

Cegah Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem Akhir-akhir Ini, 62 Ribu Pohon di Jakarta Sudah Dirapikan

Yasmina Nuha | 21 November 2025, 15:36 WIB
Cegah Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem Akhir-akhir Ini,  62 Ribu Pohon di Jakarta  Sudah Dirapikan

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merapikan lebih dari 62.000 pohon rawan tumbang di seluruh wilayah Jakarta.

"Jadi kami sudah melakukan sebenarnya merapikan pohon (rawan tumbang) itu 62.000 lebih," ujar Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).

Ia menjelaskan, penyebab berbagai insiden pohon tumbang terjadi karena cuaca ekstrem dan angin kencang beberapa hari terakhir di ibu kota.

Baca Juga: Resmikan Gedung SDN Pancar Budaya, Bupati Tangerang Berkomitmen Ciptakan Kegiatan Belajar Mengajar yang Aman dan Nyaman

"Tapi memang beberapa akhir-akhir ini cuaca ekstrem, baik yang di Dharmawangsa maupun kemarin yang terjadi yang mengakibatkan MRT terganggu, itu betul-betul karena angin kencang dan kemudian tercabut sampai dengan akar-akarnya," tutur Pramono.

"Dan lokasinya sebenarnya, baik di Dharmawangsa maupun di yang kemarin, bukan di pinggir jalan. Berbeda dengan yang di Pondok Indah," imbuhnya.

Dengan itu, kata Pramono, dirinya menginstruksikan kepada jajaran Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk segera merapikan dan memotong semua pohon yang rawan tumbang.

"Termasuk di beberapa daerah yang memang harus kita lakukan dirapikan. Jadi sudah 62.000 lebih yang dipotong sebenarnya," tandasnya.

Diketahui, terjadi sejumlah insiden pohon tumbang di Jakarta beberapa hari terakhir yang menimbulkan korban dan kerugian materil.

Baca Juga: 5 Konser Gratis di Jabotabek Akhir Pekan Ini: 22-23 November 2025, Ada D'Masiv, Rizky Febian hingga Nadhif Basalamah, Cek Lokasinya!

Terbaru, sebuah pohon tumbang di jalur transisi antara Stasiun Senayan Mastercard dan Stasiun ASEAN, membuat operasional Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta berhenti total, Kamis (20/11/2025).

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 10.26 WIB, dan memaksa rangkaian kereta menghentikan laju dan memicu gangguan operasional yang berdampak pada ratusan penumpang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.