Jakarta

Targetkan Lapangan Kerja, Golkar Dorong Pemprov DKI Kerja Sama Sister City dengan 5 Negara

Yasmina Nuha | 24 November 2025, 06:25 WIB
Targetkan Lapangan Kerja, Golkar Dorong Pemprov DKI Kerja Sama Sister City dengan 5 Negara

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco berharap, memperoleh berbagai manfaat rencana kerja sama internasional dengan lima pemerintah daerah luar negeri.

Kelima pemerintah daerah luar negeri itu antara lain, Jeju dan Chungcheongnam-do Korea Selatan, Heidelberg Jerman, Kuala Lumpur Malaysia, dan Ankara Turki.

Baco menilai, salah satu manfaat terbesar dari kerja sama sister city yakni membuka akses lapangan kerja di luar negeri bagi warga Jakarta.

Baca Juga: Wacana Pembatasan Medsos Siswa Usai Ledakan SMA 72, Legislator Golkar: Bukan Tutup Akses, Tapi Bersihkan Konten

"Tingkat pengangguran kita masih tinggi. Tetapi yang lulus dari tahun ke tahun banyak," ujar Baco dalam keterangannya, dikutip Sabtu (19/11/2025).

Dengan itu, lanjut Baco, DPRD bersama Pemprov DKI berusaha membantu rakyat mendapatkan peluang pekerjaan di luar negeri. "Salah satunya melalui sister city," tuturnya.

Selain peluang kerja, manfaat lain yang sangat strategis adalah akses beasiswa atau scholarship dari kota-kota mitra bagi pelajar dan mahasiswa dari Jakarta.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD dari Golkar Basri Baco Pastikan Air Bersih Jadi Prioritas Utama Jakarta Hingga 2029

Baco menuturkan, banyak pelajar dan mahasiswa ingin sekolah ke luar negeri, namun keterbatasan dari sisi finansial.

"Kalau itu bisa dilakukan, jumlahnya banyak dan berlangsung lama, maka perlahan tapi pasti tingkat pendidikan akan naik tinggi," kata Baco.

Sementara di sektor kesehatan, ia menilai kerja sama dengan lima kota tersebut dapat menjadi peluang bagi Jakarta untuk mempelajari dan mengadopsi sistem kesehatan yang lebih maju, termasuk dalam hal jaminan kesehatan.

"Terkait bidang kesehatan sebenarnya yang paling utama adalah mengenai sistem jaminan kesehatan, yang kita harus belajar dari negara-negara yang lebih maju," tukas Baco.

Koordinator Komisi B itu juga menyoroti potensi kerja sama dalam penyediaan alat kesehatan yang berkualitas dengan harga terjangkau.

"Penyediaan alat-alat kesehatan yang bagus tapi terjangkau. Kalau alatnya mahal, biaya pakainya mahal. Akhirnya masyarakat juga yang berat," ucap Baco.

"Rakyat Jakarta dan Indonesia bisa memakainya dengan harga yang lebih murah," imbuhnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y