Jakarta

Gubernur Pramono Bantah Populasi Jakarta Capai 42 Juta: Itu Angka Aglomerasi, Bukan Kepadatan Sebenarnya

Yasmina Nuha | 2 Desember 2025, 19:16 WIB
Gubernur Pramono Bantah Populasi Jakarta Capai 42 Juta: Itu Angka Aglomerasi, Bukan Kepadatan Sebenarnya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menanggapi laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menempatkan Jakarta sebagai kota dengan populasi terpadat di dunia dengan angka mencapai 42 juta jiwa.

Menurutnya, angka tersebut tidak mencerminkan kepadatan kota Jakarta yang sebenarnya yang berada di peringkat 30 kota terpadat di dunia.

"Menurut saya sebenarnya kalau disampaikan Jakarta kota terpadat salah. Karena Jakarta dalam kepadatan adalah kota kepadatan nomor 30 sebenarnya," kata Pramono di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Baca Juga: Gubernur Pramono Pastikan Reuni 212 di Monas Malam Ini Berlangsung Aman dan Tertib, Sebut Semua Izin Sudah Keluar

Ia menjelaskan bahwa angka 42 juta tersebut muncul karena metodologi aglomerasi yang menggabungkan Jakarta dengan wilayah-wilayah penyangga di sekitarnya.

Aglomerasi inilah yang membuat total penduduk Jakarta seolah melampaui kota-kota besar dunia lain seperti Dhaka, New Delhi, dan Tokyo.

Meski demikian, Pramono menyatakan bahwa data kependudukan dari PBB tersebut tetap menjadi referensi penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan.

Baca Juga: Pemilihan Sekda DKI Terkesan Diam-diam dan Tertutup, Gubernur Pramono: Yang Paling Penting, Pilih Orang Terbaik

"Tetapi bagi saya itu merupakan referensi untuk kita semakin giat membangun memperbaiki Jakarta," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Jakarta menempati urutan pertama ibu kota terpadat di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 42 juta jiwa.

Laporan tersebut dipublikasi oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 November 2025 dengan judul "World Urbanization Prospects 2025: Summary of Results".

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengklarifikasi bahwa angka tersebut bukan jumlah penduduk resmi Jakarta.

Hal itu melainkan prediksi populasi fungsional versi PBB yang menggambarkan mobilitas harian masyarakat di wilayah metropolitan Jakarta. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y