Jakarta

Wamenkes Dante Ungkap Korban Banjir di Sumatra Mulai Derita Gatal-gatal hingga Tifus, Ini 4 Strategi Penanganannya

Yasmina Nuha | 6 Desember 2025, 19:21 WIB
Wamenkes Dante Ungkap Korban Banjir di Sumatra Mulai Derita Gatal-gatal hingga Tifus, Ini 4 Strategi Penanganannya

AKURAT JAKARTA – Korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh kini menghadapi ancaman serius berupa lonjakan kasus penyakit pascabencana.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa para penyintas mulai mengeluhkan gejala penyakit seperti gatal-gatal, demam, dan tifus.

"Ini sudah mulai ada yang gatal-gatal, ada mulai sudah banyak yang demam, sudah banyak yang kena sakit tifus, dan sebagainya. Ini nanti akan kita tangani dengan strategi kita," kata Dante di Balai Kota Jakarta, dikutip Sabtu (6/12/2025).

Baca Juga: Hati-hati! Banjir Rob Landa 16 RT dan 1 Ruas Jalan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Berikut Titik Lokasinya

Untuk mengatasi krisis kesehatan ini dan mencegah penyebaran wabah besar, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerapkan empat strategi utama yang terintegrasi di 50 dari 75 kabupaten/kota yang terdampak secara signifikan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yaitu sebagai berikut:

1. Penanganan Langsung Korban Luka: Memberikan perawatan medis segera bagi korban yang mengalami luka fisik, baik akibat terseret arus banjir maupun longsor.

2. Revitalisasi Pelayanan Kesehatan: Memulihkan kembali atau mendirikan layanan kesehatan sementara di wilayah yang fasilitas kesehatannya (Puskesmas/Posyandu) terdampak dan tidak bisa beroperasi.

Baca Juga: Berikut Hasil Undian Piala Dunia 2026, Belanda Bertemu Jepan, Terdapat Dua Grup Neraka

3. Bantuan Logistik Medis: Mendistribusikan secara terkendali obat-obatan dan bahan habis pakai yang sangat dibutuhkan, termasuk untuk menangani penyakit-penyakit pascabencana seperti penyakit kulit dan demam.

4. Mobilisasi Tenaga Kesehatan: Mengirimkan dan memobilisasi tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah yang terdampak parah untuk memastikan pelayanan kesehatan yang optimal.

Selain itu, Dante menekankan pentingnya koordinasi harian antara pemerintah pusat dan daerah melalui video conference (vidcon) atau pertemuan secara daring untuk memantau situasi.

"Hampir setiap hari kita melakukan vidcon di Kementerian Kesehatan dengan kepala dinas seluruh daerah yang berdampak," tuturnya.

Diketahui, banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Aceh masih meninggalkan dampak begitu dahsyat.

Pemerintah setempat pun menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan masih ada empat kabupaten di Aceh yang masih terisolir tak terjangkau bantuan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y