Jakarta

Tumurun Private Museum: Ruang Seni Modern di Jantung Kota Solo

Zainal Abidin | 6 Januari 2026, 08:45 WIB
Tumurun Private Museum: Ruang Seni Modern di Jantung Kota Solo

AKURAT JAKARTA - Di tengah suasana Kota Solo yang lekat dengan budaya tradisional Jawa, berdiri sebuah museum seni yang menghadirkan wajah berbeda dari dunia seni Indonesia. 

Tumurun Private Museum, atau lebih dikenal sebagai Museum Tumurun, menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik bagi pecinta seni modern.

Museum Tumurun berlokasi di kawasan Sriwedari, Surakarta. 

Baca Juga: Tumplek Blek! 50.000 Orang Kunjungi Kebun Binatang Ragunan atau TMR di Hari Terakhir Libur Sekolah

Dari luar, bangunannya tampak sederhana dan tertutup, namun begitu memasuki area museum, pengunjung akan disambut dengan ruang pamer yang tertata rapi, tenang, dan penuh nilai artistik. 

Museum ini dibuka untuk publik pada tahun 2018 dan merupakan museum privat milik keluarga Lukminto. 

Nama “Tumurun” diambil dari bahasa Jawa yang berarti turun-temurun, sebagai simbol warisan seni untuk generasi mendatang.

Baca Juga: Menjelajahi Seven Summits of Java, Pendakian Tujuh Puncak Megah di Tanah Jawa

Koleksi yang dipamerkan di Museum Tumurun cukup beragam. 

Pengunjung dapat melihat karya seni rupa dari maestro seni Indonesia seperti Affandi, S. Sudjojono, Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, hingga Basuki Abdullah. 

Selain itu, museum ini juga menampilkan karya seni kontemporer dari seniman Indonesia dan internasional, sehingga memberikan gambaran perkembangan seni dari masa ke masa.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru 2026, Tiara Andini dan Moluccan Soul Meriahkan Panggung Nusantara di Sarinah Thamrin, Cek Rangkaian Acara Lainnya

Keunikan Museum Tumurun tidak hanya terletak pada koleksinya, tetapi juga pada konsep kunjungannya. 

Museum ini menerapkan sistem kunjungan berbasis sesi dengan jumlah pengunjung yang dibatasi. 

Hal ini membuat suasana di dalam museum terasa lebih nyaman dan memungkinkan pengunjung menikmati setiap karya dengan lebih fokus. 

Baca Juga: Harga Tiket Museum Nasional 2026 Naik, Kamu yang Mau Berkunjung Wajib Tahu Biar Nggak Kaget

Untuk berkunjung, pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi museum.

Museum Tumurun juga dikenal sebagai ruang seni yang dinamis. 

Tata pameran dapat berubah mengikuti tema pameran tertentu, sehingga setiap kunjungan bisa memberikan pengalaman yang berbeda. 

Baca Juga: Car Free Night di Puncak: Jalur Dialihkan, Ini Aturan Lengkapnya

Selain sebagai tempat wisata, museum ini berperan sebagai ruang edukasi seni yang memperkenalkan seni rupa secara lebih luas kepada masyarakat.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Solo, Museum Tumurun dapat menjadi alternatif destinasi selain keraton dan kampung batik. 

Museum ini cocok dikunjungi oleh pelajar, mahasiswa, keluarga, maupun wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kota Solo. 

Baca Juga: Tahun Baru di TMII Tanpa Kembang Api tapi Diganti dengan Doa Seribu Lilin yang Bikin Haru

Dengan suasana yang tenang, koleksi berkualitas, dan pengelolaan yang baik, Museum Tumurun membuktikan bahwa seni modern dapat hadir dan berkembang selaras dengan budaya lokal.

Museum Tumurun bukan sekadar tempat melihat karya seni, tetapi juga ruang untuk memahami perjalanan seni dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.