Meski APBD DKI 2026 Menyusut, Gubernur Pramono Pastikan Layanan Publik dan Subsidi Tetap Aman

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan layanan publik tetap berjalan optimal meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 mengalami penurunan signifikan.
Total APBD DKI Jakarta 2026 tercatat sebesar Rp81,32 triliun, turun Rp10,54 triliun dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp91,86 triliun.
Penurunan anggaran tersebut dipengaruhi berkurangnya pendapatan Transfer ke Daerah (TKD).
Kendati demikian, Pemprov DKI menegaskan efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa kebijakan anggaran tetap diarahkan untuk melindungi kepentingan warga, khususnya kelompok menengah dan rentan.
"Seluruh kebijakan fiskal yang kami jalankan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara keberpihakan kepada masyarakat dan penguatan iklim usaha yang sehat," ujar Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan, tidak terdapat pengurangan penerima manfaat untuk berbagai program subsidi strategis, termasuk subsidi transportasi dan pangan.
Selain itu, sektor-sektor layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam pengalokasian anggaran.
Baca Juga: Menghabiskan Antibiotik Bukan Sekadar Aturan, Ini Alasan Medis di Baliknya
Dalam APBD 2026, anggaran pendidikan tetap dialokasikan sebesar Rp19,76 triliun atau sekitar 26,6 persen dari total APBD.
Sementara itu, anggaran infrastruktur pelayanan publik mencapai Rp31,88 triliun atau 43,03 persen dari total belanja daerah.
Pramono menilai, meski ruang fiskal lebih terbatas, Pemprov DKI tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.
"Efisiensi dilakukan dengan tetap memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," katanya.
Pemprov DKI juga memastikan program kesehatan tetap berjalan melalui berbagai layanan dan intervensi, tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap pelayanan medis.
Baca Juga: Prediksi Skor Slavia Praha vs Barcelona di UCL, 22 Januari 2026: Misi Wajib Menang Blaugrana di Ceko
Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah dinamika perekonomian nasional dan global. (*)
Gambar: Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dalam konferensi pers realisasi APBD di Balai Kota Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




