Strategi Dishub DKI Perbaiki Kualitas Udara di Sektor Transportasi

AKURAT.CO - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sudah menyiapkan beberapa strategi dalam upaya perbaikan kualitas udara di sektor transportasi.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, beberapa strategi itu terdiri dari strategi jangka mendesak, pendek maupun jangka menengah, dan panjang.
"Pertama untuk jangka mendesak, tentu kami terus mendorong integrasi angkutan umum layanan Jakarta terus dimassifkan," kata Syafrin dalam konfrensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Jumat (11/08).
"Saat ini integrasi terus dilakukan sudah cukup sembilan coverage yang mencakup 87 persen layanan menjangkau wilayah jakarta," sambungnya.
Baca Juga: Ini Penyebab Langit Jakarta Terlihat Keruh Saat Polusi Meningkat Menurut BMKG
Sambung Syafrin, pihaknya juga mendorong agar mobilitas aktif atau active mobility ditingkatkan.
Misal, disediakan lebih banyak trotoar untuk pejalan kaki dan penyediaan jalur sepeda yang kontinu dan terintegrasi dengan semua layanan angkutan umum Jakarta.
"Selanjutnya kami juga lakukan upaya untuk diberikan diinsentif bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi berdasarkan Pergub 66 Tahun 2020. Tadi disampaikan saat ini sudah ada di 11 titik parkir yang dikelola Pemprov DKI," papar Syafrin.
Terakhir, kata Syafrin, pihaknya juga mendorong untuk elektrifikasi di sektor angkutan umum maupun kendaraan bermotor.
Sambungnya, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah memberikan insentif bagi masyarakat yang membeli kendaraan bermotor listrik, dimana Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) senilai nol rupiah.
Baca Juga: Ini Upaya Dinkes DKI Menyikapi Polusi Udara di Ibu Kota yang Memburuk
"Tadi pagi gubernur telah menyerahkan 186 kendaraan dinas operasional (KDO) khusus roda dua yg digunakan petugas untuk patroli di jalan. Ini merupakan upaya dari Pemprov DKI," tutur Syafrin.
"Juga termasuk target kami tahun ini ada 100 bus listrik yang akan dioperasionalkan oleh Transjakarta sebagai upaya untuk mendorong elektrifikasi angkutan umum," lanjutnya.
Syafrin berharap dengan adanya berbagai upaya tadi, ada kesadaran dari masyarakat agar mau beralih menggunakan layanan angkutan umum massal yang disediakan oleh Pemprov DKI.
Syafrin memaparkan, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) pernah melakukan penelitian bahwa apabila target moda share 60% yang direncanakan Pemprov DKI tahun 2030 tercapai, maka ini bisa mereduksi 2,3 ton gas rumah kaca di Jakarta.
"Artinya kita bisa melakukan upaya pengurangan 45% dari polusi udara di Jakarta," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Paderborn vs Stuttgart di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Home Deluxe Arena
- 7Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 8Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



