Jakarta

Jakarta Sudah Diguyur Hujan Tapi Kualitas Udara Tetap Buruk, Ini Alasannya

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 28 Agustus 2023, 19:39 WIB
Jakarta Sudah Diguyur Hujan Tapi Kualitas Udara Tetap Buruk, Ini Alasannya

AKURAT.CO - Sejumlah wilayah di Jakarta diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi, pada Minggu (27/08) sore.

Namun, ternyata hal itu tidak berpengaruh terhadap kualitas udara Jakarta yang masih dalam kategori buruk atau tidak sehat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menyebut bahwa kualitas hujan hasil Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berbeda dengan hujan yang turun secara alami.

Maka dari itu, kata Asep, hujan yang turun tidak terlalu berdampak terhadap kualitas udara di ibu kota, karena merupakan hujan buatan.

"Jadi memang sekali lagi TMC itu berbeda dengan hujan yang secara alami, itu pasti," kata Asep di Shangri La Hotel, Senin (28/08).

Baca Juga: Pabrik di DKI Diwajibkan Pasang Scrubber, yang Melanggar Bakal Dikenai Sanksi Tegas

"Kalau teman-teman bukan IQ Air, kemudian lihat juga di Jaki itu memang ada penurunan, tetapi memang tidak kemudian serta-merta seharian ini polusi langsung turun, itu enggak. Jadi sekali lagi kalau TMC itu adalah hujan buatan," sambungnya.

Asep memaparkan, dinas LH bersama BMKG, BRIN, dan pihak terkait sudah mencoba melakukan TMC dalam beberapa hari ke belakang.

Sambungnya, dalam TMC ini sangat bergantung pada ketersediaan. Maka dari itu, lanjutnya, meski hujan sebagian besar mengguyur daerah penyangga ibu kota, diharapkan ini bisa membantu meredam polusi udara.

"TMC itu memang langkah paling cepat untuk menurunkan polusi, ya tetapi memang TMC itu sangat tergantung dari kondisi awan dan cuaca," ungkapnya.

Baca Juga: NOVEL BAG.86 :Dibenci Keluarga dan Tetangga Mertua

"Kemarin memang dsampaikan oleh BMKG dari tanggal 19 sampai 21 itu pihak BMKG sudah melakukan TMC. Lalu kemarin tanggal 26 dan 27 juga dilakukan TMC, tetapi memang lebih ke hujannya itu ada di daerah sekitar Jakarta," kata Asep.

"Kalau untuk Jakartanya mungkin masih sebagian dari rintik-rintik. Dan diharapkan walaupun hujannya ada di sekitar Jakarta, tetapi paling tidak karena memang sumber polusinya juga ada di beberapa lokasi di luar Jakarta, itu bisa sedikit berpengaruh terhadap penurunan polusi di Jakarta," sambungnya.

Berdasarkan data BMKG, kata Asep, potensi awan hujan untuk TMC terlihat hingga tanggal 28 Agustus.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan upaya lain untuk menekan polusi udara di ibu kota.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Pasutri di Tebet

"Kalau dari data BMKG itu awannya hanya akan terbentuk sampai dengan tanggal 28. Setelah tanggal 28 kering lagi. Jadi memang tergantung dari kondisi awan," imbuh Asep.

"Sehingga kalau memang TMC tidak bisa dilakukan, maka upaya lainnya harus dilakukan oleh Pemda. Salah satunya adalah water mist," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.