Bakal Gelar OMC Pekan Ini Untuk Antisipasi Curah Hujan Tinggi, Pemprov DKI Berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa pelaksanaan OMC ini dilakukan untuk mengatasi intensitas curah hujan tinggi di Jakarta mulai 11 Maret 2025.
"Tadi pagi saya sudah berkomunikasi juga dengan Kepala BMKG dan juga BNPB untuk dilakukan modifikasi cuaca. Kepala Dinas Sumber Daya Air sudah memonitor untuk dilakukan itu (pelaksanaan OMC)," ujar Pramono kepada wartawan, Senin (10/3/2025).
Ia juga menjelaskan, sebelumnya dari pihak BNPB sudah mulai melaksanakan modifikasi cuaca di Jabodetabek pada 4-8 Maret.
Ia pun menilai pelaksanaan OMC tersebut berhasil mengurangi intensitas curah hujan Jakarta hari ini, Senin (10/3/2025).
"Hari ini sebenarnya dipergerakan curah hujan juga cukup lebat. Tapi alhamdulillah karena kita bisa melakukan modifikasi, tadi memang curah hujan ada di laut ya," katanya.
Dengan itu, ia pun berharap agar pelaksanaan OMC oleh pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta besok dapat berhasil juga.
"Mudah-mudahan besok yang diperkirakan akan menjadi lebih tinggi, bisa kita lakukan hal yang sama," tuturnya.
Politikus PDIP itu juga berharap, pelaksanaan OMC ini tidak hanya berhasil dilaksanakan di Jakarta, namun juga berhasil dilaksanakan di daerah Bodetabek.
"Kalau besok kita bisa lewati, saya yakin mudah-mudahan baik Jakarta, Bekasi, kemudian Tangerang, daerah-daerah yang kemarin terdampak mudah-mudahan nggak ada dampaknya," tukasnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan intensitas hujan di wilayah Jabodetabek berhasil dikendalikan melalui serangkaian operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan cara menyemai garam ke awan potensial.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa sebanyak 4 ton garam/NaCl dan 1 ton kalsium oksida yang disemai dalam operasi modifikasi cuaca pada 4 - 8 Maret di Jabodetabek.
Penyemaian menggunakan pesawat khusus pada wilayah sasaran yang sesuai rekomendasi dari tim BMKG. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





