Warga Rusun Marunda Bersedia Direlokasi ke Rusun Nagrak, Asal 4 Syarat Ini Dipenuhi

AKURAT.CO - Ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di Blok C Rusun Marunda siap direlokasi ke Rusun Nagrak, namun dengan beberapa syarat.
Hal tersebut diungkapkan dalam surat yang ditandatangani oleh enam kepala rukun tetangga (RT) yang ada di Blok C1 sampai Blok C5 Rusun Marunda, dan ditujukan kepada Kepala UPRS II Marunda.
Dalam surat tersebut tertulis bahwa masyarakat siap dipindahkan sementara ke Rusunawa Nagrak. Hal ini sesuai imbauan dari Pj Gubernur DKI Jakarta, terkait tidak layaknya Cluster C untuk dihuni, demi keselamatan jiwa.
Karena itu, Heru minta agar secepatnya warga dipindahkan sementara ke Rusunawa Nagrak. Warga bersedia dipindahkan, namun dengan beberapa catatan.
Baca Juga: Buat Gen Z yang Mau Nikah, 9 Persiapan ini Tak Boleh Terlewatkan
Berikut catatan atau syarat dari warga Rusun Marunda yang akan terdampak relokasi:
1. Terkait fasilitas anak sekolah, meminta di sediakan bus sekolah karena anak anak kami bersekolah di lokasi SDN 02 Marunda dan SDN 05 Marunda serta SMPN 290
2. Terkait pemindahan sementara kami minta dibebaskan dari sewa / kalaupun sewa sesuai dengan pembayaran unit yang ada di rusunawa marunda.
3. Terkait perpindahan alamat ( KTP ), kami meminta tetap di tempatkan alamat asal kami Rusunawa Marunda.
4. Terkait kewajiban pembukaan rekening di tempat relokasi agar bisa ditangguhkan. Mengingat ada 70% warga relokasi yang tidak memiliki penghasilan.
Baca Juga: Pemain Muda Persija Masuk Timnas U-23, Muhammad Rayhan Hannan: Siap Tunjukkan Kualitas Terbaik
Sebelumnya, sebanyak 451 KK yang tinggal di Rusunawa Marunda Blok C akan direlokasi ke Rusun Nagrak.
Hal ini karena atap beton di Blok C5 yang roboh dan atas rekomendasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut bahwa Blok C sudah tidak layak huni.
Plt. Kepala Dinas PRKP DKI Jakarta, Retno Sulistiyaningrum menyebut peristiwa robohnya atap beton Blok C5 terjadi pada Rabu (30/08) sekira pukul 21.10 WIB.
"Dak beton pada Blok C5 mengalami rubuh. Lokasi sekitar hall belakang.
Jumlah korban jiwa, tidak ada," ujar Retno saat dikonfirmasi, Senin (04/09).
Ia menambahkan, saat ini DPRKP sudah melakukan sosialiasi kepada warga terkait relokasi ke Rusun Nagrak.
"Pada Kamis 31 Agustus, disosialisasikan bahwa warga segera dipindahkan ke rusun Nagrak (451 KK). Sekarang warga sudah mulai mengangkut barangnya secara bertahap," terangnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





