Ini Upaya Dinkes DKI untuk Mencegah Penularan Cacar Monyet di Jakarta

AKURAT JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta gencar melakukan beragam upaya untuk mencegah wabah cacar monyet atau monkeypox semakin meluas.
Bersinergi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, melakukan beragam upaya meliputi deteksi, preventif, dan respons cepat.
Lebih lanjut, upaya tersebut mulai dari deteksi dini dengan melihat gejala awal agar bisa segera diobati dan mencegah kematian.
Baca Juga: Sinopsis Film Siksa Neraka, Dijamin Bikin Merinding, Mengerikan dan Auto Inget Dosa!
“Tingkat kematian/Case Fatality Rate sekitar 1 persen. Artinya dari 100 kasus positif kemungkinan ada satu yang meninggal," kata Plt. Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dalam keterangannya.
"Mayoritas karena infeksi sekunder dan kondisi imunitas rendah pada kelompok berisiko, seperti Lelaki Seks Lelaki (LSL), ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia,” lanjutnya.
Ani menjelaskan, kasus aktif monkeypox tidak hanya ditemukan pada kontak erat, namun juga pasien suspek bergejala yang datang ke fasilitas kesehatan.
Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, jika dinilai menunjukkan tanda dan gejala khas penyakit cacar monyet, maka dilakukan tes PCR.
Untuk membantu pemeriksaan PCR yang dilakukan di Laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sambungnya, Dinkes DKI Jakarta juga telah menyiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta.
"Pasien yang terkonfirmasi positif usai dilakukan tes PCR akan segera dilakukan pemeriksaan lanjutan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendapatkan informasi genetik mengenai asal penyakit dan penyebarannya di masyarakat," ungkap Ani.
Sementara itu, sebagai upaya preventif, vaksinasi mulai dilakukan untuk 500 orang kelompok berisiko di Jakarta selama seminggu ke depan.
Baca Juga: Besok Ada Konser Gratis Bernadya dan Rafi Sudirman di Halte Bundaran HI, Catat Waktunya
Vaksin diberikan sebanyak dua dosis untuk satu orang dengan jeda empat minggu, sesuai dengan ketersediaan vaksin Monkeypox di Indonesia sebanyak 1.000 dosis untuk 500 orang.
Selain itu, dilakukan tracing/pelacakan dengan tim khusus bersama mitra terkait.
Sosialisasi dan edukasi secara masif juga dilakukan melalui tiga cara, meliputi:
(1) Menggalakkan pola hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker dan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
(2) Menghindari kontak kulit dan luka.
(3) Berhubungan seksual yang aman, sehat, dan bersih, serta hindari hubungan seksual jika sedang sakit atau bergejala.
Baca Juga: Produk Anak Negeri, Erigo dan Bocorocco Resmi Jadi Fashion Apparel Timnas Indonesia 2024-2025
”Setiap kasus positif langsung diisolasi di rumah sakit, bahkan untuk suspek/terduga dengan gejala khas/kontak erat seksual yang sedang menunggu hasil PCR juga diisolasi di rumah sakit," paparnya.
Sementara untuk kontak erat non-seksual, kata Ani, akan dipantau gejalanya setiap hari oleh Puskesmas Kecamatan.
"Jika bergejala, akan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan setiap kontak erat seksual akan langsung diisolasi dan dilakukan pemeriksaan lab,” tutur Ani.
Terakhir, respons cepat yang telah dilakukan Dinkes DKI Jakarta adalah menyiagakan ruang isolasi rumah sakit, menyiapkan obat-obat antivirus, dan berkoordinasi aktif dengan para pakar di rumah sakit vertikal terkait tatalaksana kasus. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






