Tiga Pasien yang Dicurigai Terkena Cacar Monyet di Jakarta Barat, Dinyatakan Negatif Virus Mpox

AKURAT JAKARTA - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat umumkan hasil laboratorium terhadap tiga suspek cacar monyet atau Mpox yang ada diwilayahnya.
Erizon Safari memaparkan bahwa hasil uji laboratorim tersebut dinyatakan negatif.
Baca Juga: 29 Tahun Berjaya, ACE Hardware Bakal Pamit Dari Indonesia, Kenapa?
"Berdasarkan hasil laboratorium yang kita kirim, ketiganya negatif. Jadi ternyata bukan monkeypox, memang gejala klinisnya mungkin serupa," kata Kepala Sudinkes Jakarta Barat pada Selasa (3/9).
Erizon mengatakan bahwa mulanya, petugas medis curiga dengan gejala yang diidap ketiga pasien.
Ia menyebut gejala tersebut mirip dengan gejala mongkeypox.
Baca Juga: Tok! Pemerintah Resmi Berlakukan Kembali Skrining Lewat Aplikasi Satu Sehat di Bandara
Adanya dugaan pasien dengan riwayat infeksi mokeypox, kewaspadaan Suku Dinas Jakarta Barat melakukan tindakan antisipasi yang dilakukan demi mencegah masuk dan menyebarnya virus penyakit cacar monyet.
Petugas medis juga sempat melakukan upaya tindakan isolasi pada pasien agar virus tersebut tidak mewabah di Indonesia.
Baca Juga: Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Gulfstream, Perusahaan Pengembang Garena Free Fire Ikut Terseret
"Dengan mengedepankan kewaspadaan saat itu, makanya teman-teman dari RSUD dari rumah sakit dan puskesmas melakukan tindakan isolasi. Ada yang dari puskesmas diisolasi di rumah sambil menunggu hasil lab-nya keluar dan ternyata sekarang hasilnya bukan monkeypox," kata Erizon.
Lebih lanjut, Erizon mengungkap bahwa ketiga pasien tersebut memiliki gejala semacam cacar air namun luka yang ditimbulkan tidak sebesar gejala cacar monyet
Baca Juga: Cegah Wabah Cacar Monyet, Menkes Siapkan Vaksin Monkeypox Untuk Kelompok Tertentu
"Ya gejalanya kan sama seperti cacar air sebenarnya, cuman kan secara umum mungkin kalau monkeypox itu lukanya lebih gede-gede, tapi ini bukan," kata Erizon lagi.
Untuk diagnosis detail dari ketiga pasien, Erizon tidak menjelaskan secara rinci hanya saja hasil lab menunjukkan reaksi negatif.
Adapun sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan (Susdinkes) mengumumkan adanya pasien yang dicurigai terinfeksi mpox.
Baca Juga: Benarkah Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup? Begini Penjelasan Dokter
Pasien berjumlah tiga orang tersebut langsung diarahkan untuk melakukan isolasi.
Satu dirawat di rumah sakit, dan dua lainnya melakukan isolasi mandiri. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 5Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






