Tokoh Pemuda Kristen Papua: Suara Dewan Gereja di Papua Tidak Mewakili Seluruh Umat

AKURAT JAKARTA - Tokoh pemuda Kristen Papua, Opinus Sogoneap, menilai bahwa kelompok perseorangan yang mengatasnamakan Dewan Gereja Papua tidak mewakili aspirasi gereja secara keseluruhan di Tanah Papua.
Menurutnya, informasi dan berita yang berkembang di media sosial Facebook, Twitter, Tiktok, Instagram hingga media online dari oknum-oknum yang mengatasnamakan Dewan Gereja Papua, tidak mewakili semua umat.
"Tidak semua daerah di Tanah Papua menolak kehadiran negara, tidak semua daerah menolak bantuan yang sifatnya kemanusiaan dari pemerintah," kata dia.
Pemuda asal gereja GKI di Tanah Papua Wilayah X (Papua Pegunungan) ini juga mengungkapkan bahwa kondisi umat gereja, khususnya baru-baru ini di Provinsi Papua Pegunungan, banyak yang memerlukan bantuan sosial dan kemanusiaan dari pusat.
"Macam di Yahukimo itu, terjadi konflik, maka jemaat-jemaat banyak yang trauma keluar rumah untuk berkebun dan mencari makan. Sudah begitu, perputaran uang di Yahukimo juga tidak berjalan lancar karena hanya berpusat di Wamena dan Jayapura," ungkap pria yang juga eks Ketua GMKI Jayapura.
Mayoritas jemaat di Yahukimo itu berkebun. Sementara untuk membeli beras, minyak goreng dan lauk itu banyak yang susah karena masalah keuangan.
Baca Juga: Weekend Ini Ada Konser Gratis UN1TY, Galaxy, hingga Nolja Gang di Jakarta, Cek Lokasinya di Sini
" Dan harga-harga barang yang mahal. Dalam situasi sekarang ini, jelas mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah," tambah Opinus.
Ia menyebutkan, jika ada suara-suara dari oknum-oknum mengatasnamakan pemimpin gereja di Papua untuk membatasi semua niat baik pemerintah pusat lalu menyebutkan umat gereja tidak perlu bantuan pemerintah, itu tidak sesuai dengan situasi di jemaat yang sebenarnya.
"Tanah Papua adalah bagian dari NKRI, mayoritas kami di Papua ini Kristen dan disaat-saat seperti ini kami juga butuh kehadiran dari negara, terlebih lagi di daerah-daerah konflik dimana masyarakat dan umat membutuhkan bantuan sosial kemanusiaan", tutup Opinus. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





