Jakarta

Debat Bung Karno dan Bung Hatta soal Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal, Sejarah Jakarta

Ainun Kusumaningrum | 18 Desember 2023, 06:05 WIB
Debat Bung Karno dan Bung Hatta soal Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal, Sejarah Jakarta

AKURAT JAKARTA - Sejarah dibangunnya Masjid Istiqlal diwarnai dengan debat antara Bung Karno dan Bung Hatta.

Masjid kebanggaan orang Indonesia, terbesar di Asia Tenggara berdiri kokoh megah berada di pusat pemerintahan Jakarta.

Yah, penentuan lokasi Masjid sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Baca Juga: Jarang Orang Tahu, Ini Sejarah Dibangunnya Masjid Istiqlal Jakarta, Terbesar di Asia Tenggara

Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jendral Van Den Bosch pada tahun 1834.

Letaknya di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran.

Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya yaitu di Jalan Thamrin.

Baca Juga: Waktu dan Tata Cara Shalat Jumat, Jadwal Masjid Istiqlal 8 Desember 2023, Petugas Khotib dan Tema Khutbah

Pada saat itu disekitarnya banyak dikelilingi kampung-kampung, selain itu ia juga menganggap pembongkaran benteng Belanda tersebut akan memakan dana yang tidak sedikit.

Namun akhirnya Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun di lahan bekas benteng Belanda.

Karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Baca Juga: Waktu dan Tata Cara Shalat Jumat, Jadwal Masjid Istiqlal 8 Desember 2023, Petugas Khotib dan Tema Khutbah

Dikutip dari situs Istiqlal, sejarahnya setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, terdapat cita cita besar untuk membangun sebuah masjid.

Masjid yang dapat menjadi tempat kebanggan warga Jakarta sekaligus tempat untuk beribadah.

Saat itu, KH. Wahid Hasyim, Mentri Agama RI pertama dan beberapa ulama mengusulkan untuk mendirikan Masjid yang mampu menjadi simbol Indonesia.

Pada 1953, KH. Wahid Hasyim bersama H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan.

Juga dibantu sekitar 200 tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman mengusulkan untuk mendirikan sebuah yayasan.

Pada 7 Desember 1954 terbentuk yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto untuk mewujudkan ide pembangunan masjid nasional tersebut.

H. Tjokroaminoto menyampaikan rencana pembangunan masjid pada Ir. Soekarno dan ternyata mendapatkan sambutan hangat.

Rencana itu mendapat bantuan sepenuhnya dari presiden Ir. Soekarno sejak 1954 oleh panitia diagkat menjadi kepala bagian teknik pembangunan Masjid Istiqlal.

Juga menjadi ketua dewan juri untuk menilai sayembara maket Istiqlal.

Demikian awal ide mendirikan masjid Istiqlal yang sekarang menjadi kebanggaan warga Muslim di Indonesia.

Kini, masjid Istiqlal juga banyak kegiatan dakwah yang dilakukan secara rutin dan pengembangan agama. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.