Debat Bung Karno dan Bung Hatta soal Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal, Sejarah Jakarta

AKURAT JAKARTA - Sejarah dibangunnya Masjid Istiqlal diwarnai dengan debat antara Bung Karno dan Bung Hatta.
Masjid kebanggaan orang Indonesia, terbesar di Asia Tenggara berdiri kokoh megah berada di pusat pemerintahan Jakarta.
Yah, penentuan lokasi Masjid sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Baca Juga: Jarang Orang Tahu, Ini Sejarah Dibangunnya Masjid Istiqlal Jakarta, Terbesar di Asia Tenggara
Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jendral Van Den Bosch pada tahun 1834.
Letaknya di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran.
Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya yaitu di Jalan Thamrin.
Pada saat itu disekitarnya banyak dikelilingi kampung-kampung, selain itu ia juga menganggap pembongkaran benteng Belanda tersebut akan memakan dana yang tidak sedikit.
Namun akhirnya Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun di lahan bekas benteng Belanda.
Karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.
Dikutip dari situs Istiqlal, sejarahnya setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, terdapat cita cita besar untuk membangun sebuah masjid.
Masjid yang dapat menjadi tempat kebanggan warga Jakarta sekaligus tempat untuk beribadah.
Saat itu, KH. Wahid Hasyim, Mentri Agama RI pertama dan beberapa ulama mengusulkan untuk mendirikan Masjid yang mampu menjadi simbol Indonesia.
Pada 1953, KH. Wahid Hasyim bersama H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan.
Juga dibantu sekitar 200 tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman mengusulkan untuk mendirikan sebuah yayasan.
Pada 7 Desember 1954 terbentuk yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto untuk mewujudkan ide pembangunan masjid nasional tersebut.
H. Tjokroaminoto menyampaikan rencana pembangunan masjid pada Ir. Soekarno dan ternyata mendapatkan sambutan hangat.
Rencana itu mendapat bantuan sepenuhnya dari presiden Ir. Soekarno sejak 1954 oleh panitia diagkat menjadi kepala bagian teknik pembangunan Masjid Istiqlal.
Juga menjadi ketua dewan juri untuk menilai sayembara maket Istiqlal.
Demikian awal ide mendirikan masjid Istiqlal yang sekarang menjadi kebanggaan warga Muslim di Indonesia.
Kini, masjid Istiqlal juga banyak kegiatan dakwah yang dilakukan secara rutin dan pengembangan agama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


