Sejarah Orang Belanda Mengatasi Permasalahan Banjir yang Selalu Melanda Jakarta

AKURAT.CO - Dalam sejarah tercatat jika banjir Jakarta yang sudah ada sejak Kerajaan Tarumanegara. Hal ini membuat orang Belanda yang menjajah kala itu mencoba mengatasi permasalahan tersebut.
Adapun permasalahan yang membuat Jakarta banjir adalah karakteristik wilayah yang meman rawan.
Permasalahan itu kemudian membuat Raja Purnawarman memerintahkan untuk membangun bendungan sebagai cara mencegah banjir.
Hingga era penjajahan Belanda, mereka mencoba mengatasi permasalahan banjir seperti dengan negeri asalnya.
Baca Juga: Jumat Pagi, BPBD DKI Jakarta Catat Beberapa RT Masih Terendam Banjir
Ketika orang Belanda tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa, mereka sudah paham karakter wilayah Jakarta.
Kota Jakarta yang saat itu bernama Jayakarta mirip dengan Belanda yang berada di bawah garis permukaan laut.
Orang Belanda yang melihat permasalahan itu kemudian mencoba merekayasa sistem irigasi dan kanal.
Pemimpin Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) kala itu, Jan Pieterszoon Coen memilih Jayakarta sebagai pusat kegiatan.
Coen kemudian mendatangkan arsitek Belanda bernama Simon Stevin untuk merancang kota dengan sistem kanal seperti negeri asalnya.
Caranya adalah dengan merekayasa kota dengan banyak sungai, seperti menambah kanal. Tujuannya adalah luapan air bisa menyebar. Usaha tersebut berhasil hingga tahun 1630-an.
Pada tahun 1696, Gunung Salak meletus dan menyebabkan banjir besar. Materialnya terbawa arus sungai hingga ke Batavia (Perubahan nama Jakarta dari Jayakarta). Akibatnya garis pantai bertambah 15 kilometer dalam setahun karena endapan lumpur.
Masalah itu kemudian diselesaikan dengan mengeruk lumpur, menggali sungai yang dangkal, dan pembersihan kanal dari sampah industri.
Pada saat itu, VOC bahkan memiliki lembaga dengan nama Heemraden yang mengurusi infrastruktur terkait air di wilayah Batavia saja.
Akan tetapi jelang berakhirnya VOC di awal tahun 1700-an, Kota Batavia jadi tidak terurus. Pengelolaan pengairan kemudian menjadi terbengkalai.
VOC sendiri telah berhasil mengatasi permasalahan banjir di Batavia meski hanya demi melindungi pemukiman orang-orang Belanda.
Baca Juga: Tidak Dilakukan di Era Nabi Muhammad SAW, Begini Sejarah Sholat Tarawih Berjamaah di Bulan Ramadhan
Kemudian di awal abad ke-20, upaya mengatasi masalah banjir kembali dilakukan. Insinyur bernama Herman van Breen didatangkan untuk membuat perencanaan.
Herman van Breen kemudian membuat dua banjir kanal, yakni Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur.
Akan tetapi, hingga kini, permasalahan banjir yang melanda Jakarta tetap tak bisa dihindari setiap tahunnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





