Ada Ketidakadilan Pendidikan antara Sekolah Negeri dan Swasta di Jakarta, Fraksi Golkar DPRD Dorong Program Sekolah Swasta Gratis di Tahun 2025

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, mengatakan bahwa terjadi ketidakadilan pendidikan di Jakarta antar sekolah negeri dengan sekolah swasta.
Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta ini mengungkapkan, sekitar 50 persen siswa yang bersekolah di sekolah negeri Jakarta berasal dari keluarga mampu.
"Fakta yang terjadi hari ini, banyak siswa yang bersekolah di sekolah negeri, 50 persen muridnya berasal dari keluarga mampu. Padahal sekolah negeri gratis alias tidak bayar," kata Basri di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Sementara mayoritas atau hamper 100 persen siswa yang bersekolah di sekolah swasta Jakarta, yang tidak gratis tersebut, justru berasal dari keluarga yang kurang mampu.
"Khususnya sekolah swasta grade 1, 2, dan 3 ya. Hampir 100 persen muridnya berasal dari keluarga yang kurang mampu dan harus membayar alias tidak gratis," jelasnya.
Untuk itu, ia mengatakan bahwa Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta mendorong program sekolah gratis, yang sudah menjadi tuntutan wajib untuk dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2025 mendatang.
"Jika program sekolah gratis ini bisa kita wujudkan di tahun 2025 nanti, maka banyak masalah dan hal yang bisa diselesaikan. Tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolah di sekolah swasta," tuturnya.
Lebih lanjut, ia pun berharap melalui program sekolah gratis tidak ada lagi anak yang harus dipulangkan dari sekolah karena orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolah.
Baca Juga: Veddriq Leonardo Menang! Bawa Emas Pertama Untuk Indonesia
"Tidak ada lagi anak yang ijazahnya tertahan di sekolah-sekolah swasta karena orang tuanya tidak mampu melunasi tunggakan SPP di sekolah-sekolah swasta tersebut," katanya.
Selain itu, Basri Baco menjelaskan bahwa program sekolah gratis ini juga sudah diwujudkan di beberapa daerah di wilayah Republik Indonesia.
"Untuk itu sekali lagi, demi meningkatkan kualitas hidup atau ekonomi seorang, maka yang paling utama dilakukan adalah meningkatkan kualitas pendidikan orang tersebut," tegasnya.
Terakhir, ia pun meminta agar Pemprov DKI untuk harus segera mempersiapkan anggaran program sekolah gratis ini melalui perubahan APBD 2024 untuk diwujudkan di tahun 2025 bagi warga Jakarta.
Baca Juga: KONSER GRATIS! Pesta Rakyat di TMII Menghadirkan Maliq & D’Essentials dan Fourtwnty, Ini Syaratnya
"Bukan hanya untuk anak-anak yang bersekolah di sekolah negeri, tetapi juga untuk anak-anak yang bersekolah di sekolah swasta, khususnya swasta grade 1, 2, dan 3," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 2Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 3Profil Kapolri Baru Komjen Suyudi Ario Seto Pilihan Presiden, Sudah Disetujui DPR
- 4Gandeng Warga Sunter Agung dan Papanggo, Jakpro Luncurkan Program Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas
- 5Kemendikdasmen Buka Pertukaran Pelajar ke Tokyo Gratis untuk Siswa SMK, Cek Syaratnya!
- 6Tak Perlu Cemas Titik Buta, Keterbatasan Visibilitas Belakang Jetour T2 i-DM Berhasil Teratasi Kamera 360
- 7Jetour T2 i-DM Resmi Mengaspal Bawa Bagasi Luas dan Fitur Kepraktisan Lengkap, Jadi Opsi Menarik untuk Mendukung Aktivitas Luar Ruangan
- 8Jetour T2 i-DM Resmi Dijual Rp 688 Juta, SUV PHEV Bergaya Boxy Bawa Kabin Modern dan Nyaman
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



