Jakarta

CATAT! 10 Wilayah di Jakarta Selatan dan Timur Ini Disebut Rawan Longsor pada Agustus 2024, Berdasarkan Prakiraan BMKG dan BPBD DKI

Yasmina Nuha | 21 Agustus 2024, 20:14 WIB
CATAT! 10 Wilayah di Jakarta Selatan dan Timur Ini Disebut Rawan Longsor pada Agustus 2024, Berdasarkan Prakiraan BMKG dan BPBD DKI

AKURAT JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa potensi bencana longsor yang terjadi di 10 wilayah Jakarta Selatan dan Timur di akhir Agustus 2024.

Kepala BPDB DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan penyebab dari bencana longsor yang terjadi di 10 wilayah Jakarta tersebut.

"Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG," kata Isnawa dalam keterangan resminya, Rabu (21/8/2024).

Baca Juga: Peringatan Darurat Banyak Digaungkan Rakyat Indonesia, Apa yang Darurat?

Ia pun menjelaskan, menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah.

Berikut 10 wilayah Jakarta Selatan dan Timur yang berada di Zona Menengah berpotensi longsor:

1. Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan

2. Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan

3. Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

4. Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

5. Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

6. Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan

7. Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan

8. Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan

9. Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur

10. Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Baca Juga: Tanggapi Kasus Bullying di Lingkungan Kedokteran, Komisi IX DPR RI Minta Pemerintah Mulai Ambil Sikap Tegas

Ia pun menjelaskan, Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

"Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali," imbuhnya.

Ia pun berpesan kepada pejabat daerah dan masyarakat setempat agar tetap mengantisipasi terkait bencana longsor yang bisa terjadi di wilayahnya.

"Untuk itu, kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.