Jakarta

Ini 5 Persoalan yang Harus Diatasi Gubernur DKI Terpilih 2024-2029 Menurut Heru Budi, Mulai dari Penanganan Banjir hingga Macet

Yasmina Nuha | 11 September 2024, 17:32 WIB
Ini 5 Persoalan yang Harus Diatasi Gubernur DKI Terpilih 2024-2029 Menurut Heru Budi, Mulai dari Penanganan Banjir hingga Macet

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyebut ada lima persoalan di Jakarta yang harus diatasi oleh gubernur terpilih di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Heru mengatakan, Jakarta perlu adanya program berkelanjutan untuk mengatasi persoalan yang ada, salah satunya terkait penanggulangan banjir.

"Pertama PR ke depan yang harus dijalankan, termasuk saya menjalankan terus, berkelanjutan program itu, adalah penanggulangan banjir," kata Heru di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024).

Baca Juga: NANTIKAN! Dewa 19 Featuring All Stars: Konser Kolaborasi Bareng Musisi Dunia di Stadion GBK Senayan Awal Tahun Depan, Segera Beli Tiketnya

Ia menjelaskan, terkait penanganan banjir, pihaknya sudah melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, salah satunya di kawasan Rawajati, Jakarta Selatan.

"Kan seperti yang di Rawajati sudah proses, hampir selesai pembayaran. Fisik bahkan sudah dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Dinas Sumber Daya Alam (SDA)," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pihaknya juga membuat tanggul pantai yang sekarang sedang berlangsung sampai 2027-2030.

"Giant sea wall untuk mengatasi penurunan permukaan air tanah jakarta, untuk jakarta tetap berada pada posisi yang baik," tuturnya.

Kemudian, persoalan kedua yang harus diatasi yaitu terkait revitalisasi pipa air bersih yang harus dilanjutkan dengan baik oleh Gubernur terpilih nantinya.

"Yang kedua, kalau tidak diatasi, dijalankan, dengan baik revitalisasi pipa-pipa air bersih, maka DKI akan rawan terhadap air bersih," tuturnya.

Baca Juga: Menkominfo Budi Arie Ungkap Kaesang Naik Jet Pribadi Karena Erina Lagi Hamil: Kan Gak Boleh Naik Pesawat Umum

Ia menjelaskan, pihaknya pun sudah mulai membangun 6000 kilometer pipa dari tahun kemarin hingga tahun ini, baik itu pipa primer maupun sekunder.

"Yang berikutnya penanggulangan kemacetan. Ketiga adalah masalah Kesehatan. Keempat, perawatan infrastruktur. Kelima yang agak susah dan masih jadi PR, adalah transportasi, kemacetan, polusi," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.