Jakarta

PKS Usulkan Heru Budi Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta Lagi, Begini 2 Alasan Menurut Ketua DPW

Yasmina Nuha | 12 September 2024, 21:39 WIB
PKS Usulkan Heru Budi Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta Lagi, Begini 2 Alasan Menurut Ketua DPW

AKURAT JAKARTA - DPRD DKI Jakarta tengah menyusun tiga nama calon dari masing-masing fraksi partai politik (parpol) untuk mengisi kekosongan jabatan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Nantinya, mereka akan menetapkan tiga nama calon yang akan diberikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat rapat pimpinan gabungan pada Jumat, 13 September 2024.

Ketua DPW PKS Jakarta, Khoirudin, mengatakan bahwa pihaknya mengusung nama  Heru Budi Hartono untuk kembali menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Berikut 25 Link Twibbon Peringatan Maulid Nabi Muhammad 2024, Serta Ketetapan SKB 3 Menteri Terkait Libur Nasional

"Sudah (menetapkan nama calon) yaitu Pak Heru Budi Hartono," kata Khoirudin saat dikonfirmasi, Kamis (12/9/2024).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa pihaknya sementara baru mengusung satu nama tersebut.

Selanjutnya, ia mengatakan nama-nama yang secara resmi PKS usul akan diungkapkan pada Jumat, 13 September 2024 besok.

Kemudian, saat ditanya alasan mengapa pihaknya kembali memilih Heru, ia hanya menjelaskan terdapat dua alasan singkat yang menjadi pertimbangannya.

"(Alasan memilih Heru kembali) Kinerjanya bagus, membawa kedamaian," tuturnya.

Namun, ia pun tak menjelaskan lebih lanjut terkait bagaimana kinerja bagus dari Heru tersebut serta kedamaian seperti apa yang dibawa olehnya.

Baca Juga: Fraksi PDIP Usul Prioritas Dana APBD DKI Untuk Program Sekolah Swasta Gratis Dibanding Makan Bergizi Gratis

Sebelumnya, Fraksi PDIP Chicha Koeswoyo mengatakan bahwa fraksi PDIP juga mengusung Heru Budi Hartono bersama Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono.

"Iya kita juga (mengusulkan Heru Budi). Satu lagi (kita usulkan) Sekda, pak Joko Agus Setyono," ungkap Chicha di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024).

Ia pun menjelaskan, alasan fraksi PDIP memilih Heru kembali karena alasan sudah tinggal beberapa bulan lagi sampai pelantikan gubernur DKI Jakarta terbaru pada Januari 2025 mendatang.

"Kalau Pak Heru ya ini kan tinggal berapa bulan lagi, ya sudah diteruskan saja. Jadi lebih efisien gitu, lebih terukur gitu," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.